Bouncing Yields

Pasar obligasi global mengalami kejutan pada bulan Agustus 2023 karena imbal hasil US Treasury melonjak di atas 4,2% didorong oleh penurunan peringkat utang AS oleh Fitch Ratings, penyesuaian yield curve control oleh Bank of Japan, dan pernyataan hawkish The Fed dalam simposium Jackson Hole. Fitch Ratings menurunkan peringkat utang AS karena persetujuan plafon utang pada Mei 2023 yang memungkinkan pemerintah AS dapat menerbitkan obligasi lebih banyak. Jepang sebelumnya menerapkan yield curve control (0% - 0,5%) selama beberapa waktu untuk mendorong inflasi hingga 2%. Akhir-akhir ini Bank of Japan telah mengubah kebijakannya dengan membiarkan yield dari obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik di atas 0,5% hingga 1% karena inflasi yang stabil di atas 3%. Yang terakhir adalah dari The Fed yang mempertahankan kebijakan hawkish karena pasar tenaga kerja yang kuat selama musim panas. Kombinasi tersebut membuat imbal hasil US Treasury dan Surat Utang Negara RI (SUN) meningkat signifikan pada Agustus 2023. Imbal hasil US Treasury mencapai 4,4% dari sebelumnya 4% dan imbal hasil SUN 10-tahun naik menjadi 6,7% dari sebelumnya 6,2%. Namun, lonjakan tersebut tidak berlangsung lama karena inflasi PCE AS berada pada level rendah seperti perkiraan dan pasar tenaga kerja AS melemah.
Bank Indonesia memperkenalkan SRBI (Sertifikat Rupiah Bank Indonesia) untuk menarik arus dana asing dan mengoptimalkan obligasi pemerintah yang dimiliki BI. Hal ini menandakan likuiditas perbankan untuk sementara waktu masih mencukupi karena perusahaan cenderung lebih banyak menggunakan kas internal dibandingkan pinjaman bank. Oleh karena itu, kami melihat imbal hasil obligasi dapat dipertahankan stabil hingga beberapa bulan ke depan.

Rekomendasi Produk

Produk
MIDU

Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko rendah - menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

IDAMAN

Reksa Dana IDAMAN berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia USD dengan durasi pendek dan dikategorikan berisiko menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

MIDO2

Reksa Dana MIDO2 berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia Rupiah dengan durasi panjang dan dikategorikan berisiko tinggi.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.