Narrow Spread

Rally di pasar obligasi global sejak awal tahun 2023 berubah ke arah yang berbeda di bulan Februari karena dua data ekonomi (tenaga kerja dan PCE) ternyata tidak seperti yang diharapkan. Sebelumnya pasar global memperkirakan The Fed dan bank sentral utama lainnya akan segera mengakhiri kampanye agresif mereka tentang pengetatan kebijakan moneter. Namun kondisi tersebut berubah setelah laporan pasar tenaga kerja AS yang ketat dan PCE pada Januari 2023 naik lebih tinggi dari perkiraan konsensus. Yield dari obligasi Treasury AS 10-tahun naik dari 3,53% pada awal Feb23 menjadi 3,95% pada akhir bulan. Narasi pasar global saat ini telah bergeser ke tidak ada kebijakan moneter pada tahun 2023 dan suku bunga Fed dapat naik dua kali lipat menjadi 5,00% - 5,25% pada puncaknya.

Melihat ke pasar domestik, yield dari obligasi IndoGB 10 tahun relatif bertahan baik dari 6,71% di awal Februari 2023 menjadi 6,89% di akhir bulan. Oleh karena itu, selisih antara yield dari Treasury AS 10 tahun dan yield dari IndoGB 10 tahun menyempit menjadi 280 – 300 bps. Yield dari obligasi dalam negeri didukung oleh bank dalam negeri, investor asing, asuransi dan dana pensiun. Nilai tukar Rupiah cukup stabil selama sebulan dan menjadi alasan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya pada Februari 2023 di 5,75% setelah menaikkan 225 bps pada bulan sebelumnya. Kami melihat Bank Indonesia memiliki instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar untuk sementara waktu. Kami merekomendasikan investor untuk menambah kepemilikan di produk obligasi terutama ketika kita melihat kebijakan moneter mendekati puncaknya.

Rekomendasi Produk

Produk
MIDU

Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko rendah - menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

IDAMAN

Reksa Dana IDAMAN berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia USD dengan durasi pendek dan dikategorikan berisiko menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

MIDO2

Reksa Dana MIDO2 berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia Rupiah dengan durasi panjang dan dikategorikan berisiko tinggi.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.