Front Load  

Setelah rally kuat pada Desember 2023, terjadi peningkatan yield Surat Utang Amerika Serikat (US Treasury) pada Januari 2024. Hal ini mungkin dapat dikaitkan dengan pandangan pasar yang berbeda mengenai waktu potensial pemangkasan Federal Funds Rate (FFR). Pada pertemuan FOMC bulan Januari, the Fed memutuskan secara bulat untuk keempat kalinya berturut-turut untuk mempertahankan tingkat Federal Funds Rate (FFR) pada 5.5%. Meskipun mengakui kondisi ekonomi yang menguntungkan, Fed menekankan perlunya bukti lebih lanjut mengenai penurunan inflasi yang berkelanjutan. Meskipun bersikap hati-hati, FOMC menilai risiko pencapaian target di pasar ketenagakerjaan dan inflasi sedang bergerak menuju keseimbangan yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa the Fed berusaha mencapai keseimbangan yang baik dengan mengecilkan kecenderungan kenaikan FFR namun juga tidak akan segera melonggarkan kebijakan moneter. Oleh karena itu, pemangkasan FFR tidak mungkin terjadi pada pertemuan Maret, dengan kemungkinan terjadi lebih mungkin pada pertengahan tahun.

Yield INDOGB berfluktuasi dalam rentang sempit antara 6,50% hingga 6,7% di bulan Januari 2024. Meskipun kondisi ekonomi secara keseluruhan stabil selama 2024, pemerintah sedang aktif mengejar strategi front-loading dalam penerbitan obligasi. Walaupun diantisipasi adanya penurunan yield obligasi setelah pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang diharapkan pada semester kedua tahun 2024, terdapat kekhawatiran potensi peningkatan volatilitas yield. Oleh karena itu, untuk efektif mengurangi risiko secara keseluruhan, pemerintah harus memanfaatkan momentum positif yang ada untuk menerbitkan INDOGB, terutama mengingat spread yield yang sempit antara yield Surat Utang Amerika Serikat dan yield INDOGB saat ini berkisar antara 200 hingga 250 basis poin.

Rekomendasi Produk

Reksa Dana Pendapatan Tetap
MIDU

Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko rendah - menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

IDAMAN

Reksa Dana IDAMAN berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia USD dengan durasi pendek dan dikategorikan berisiko menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

MIDO2

Reksa Dana MIDO2 berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia Rupiah dengan durasi panjang dan dikategorikan berisiko tinggi.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.