Will Not Overtight

Narasi pasar global telah berubah karena inflasi AS lebih rendah dari yang diperkirakan di mana investor global memperkirakan Fed Fund Rate akan dinaikkan dengan tingkat yang lebih kecil. The Fed menjelaskan bahwa kebijakan moneter tidak akan terlampau ketat tetapi tidak akan berubah arah dalam waktu dekat. Pasar global memperkirakan masih akan terjadi kenaikan 100 bps lagi hingga FFR mencapai puncaknya di 5,00% pada awal 2023, dimana sudah tidak jauh dari level saat ini di 4,00%.

Bank Indonesia merespon kenaikan suku bunga The Fed dengan menaikkan BI 7D RRR sebesar 50 bps pada bulan November. Kenaikan tersebut untuk mempertahankan daya tarik aset Rupiah dimana spread antara Fed Fund Rate dan BI 7D RRR terjaga pada 125 bps. Dengan ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih rendah, yield dari US 10-year Treasury turun menjadi 3,6% dari sebelumnya di atas 4,0%. Yield dari obligasi AS yang lebih rendah mendorong penguatan yield dari obligasi pemerintah Indonesia IDR (INDOGB) dan USD (INDON). Rally di pasar obligasi kemungkinan akan berlanjut karena inflasi di banyak negara kemungkinan akan turun atau kurang lebih sudah memuncak. Sementara itu, anggaran pemerintah Indonesia dilaporkan defisit -0,91% di bulan Oktober dan masih memiliki cukup ruang hingga mencapai target tahun 2022 sebesar -4,85%. Dengan demikian, Pemerintah memiliki kapasitas untuk memenuhi semua rencana untuk tahun ini. Namun, jika anggaran pemerintah ada sisa, maka bisa jadi bantalan anggaran untuk tahun depan. Hal tersebut bisa menguntungkan investor obligasi karena pemerintah bisa membatasi penerbitan obligasi. Kami menyarankan investor membangun posisi di aset kelas obligasi, terutama pada saat terjadi koreksi.

Rekomendasi Produk

Produk
MIDU

Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko rendah - menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

IDAMAN

Reksa Dana IDAMAN berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia USD dengan durasi pendek dan dikategorikan berisiko menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

MIDO2

Reksa Dana MIDO2 berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia Rupiah dengan durasi panjang dan dikategorikan berisiko tinggi.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.