Undesirable Condition

Pasar obligasi global melanjutkan koreksi pada Oktober 2023. Pelaku pasar telah mengantisipasi inflasi AS yang lebih tinggi akibat ekonomi yang bertahan dengan baik dan harga BBM yang lebih tinggi. Investor melihat bahwa kebijakan moneter "higher for longer" dapat mengubah tingkat terminal rate menjadi berbeda dari yang diharapkan sebelumnya, sehingga menggeser asumsi kapan kenaikan suku bunga terakhir dan berapa lama suku bunga tetap tinggi. Selain itu, US Treasury yield yang lebih tinggi juga didorong oleh pasokan obligasi yang masih tinggi di mana investor mengharapkan yield yang lebih tinggi untuk mengimbangi risiko. Dua pembeli utama Obligasi Pemerintah AS, yaitu China dan Jepang, kemungkinan menurunkan kepemilikian obligasi AS karena arus masuk kembali ke negara mereka sendiri. Penyesuaian kondisi global ini membuat yield obligasi Pemerintah AS lebih tinggi yang membuat arus dana investor kembali ke AS sehingga mata uang Dolar AS menjadi lebih kuat dan yield di seluruh dunia meningkat.

Bank Indonesia telah mengantisipasi penguatan Dolar AS dengan menaikkan suku bunga acuan, BI 7D RRR, sebesar 25 bps menjadi 6,00%. Perubahan suku bunga pada Oktober 2023 merupakan yang pertama sejak terakhir kali terjadi pada Januari 2023. Sementara Yield IndoGb meningkat signifikan akibat penyesuaian yield obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi. Yield curve IndoGb saat ini menjadi lebih flat di mana yield obligasi dengan jangka waktu pendek meningkat yang didorong oleh SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) yang menawarkan yield yang menarik. Volatilitas di pasar obligasi akan sangat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan moneter global. Kami melihat bahwa yield tinggi saat ini memberikan manfaat kepada investor untuk mendapatkan kupon tinggi dan potensi capital gains begitu ketidakpastian di pasar obligasi mereda.

Rekomendasi Produk

Produk
MIDU

Reksa Dana MIDU berinvestasi pada Instrumen Obligasi dengan segmen Jangka Menengah dan dikategorikan berisiko rendah - menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

IDAMAN

Reksa Dana IDAMAN berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia USD dengan durasi pendek dan dikategorikan berisiko menengah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.

MIDO2

Reksa Dana MIDO2 berinvestasi pada Obligasi Pemerintah Indonesia Rupiah dengan durasi panjang dan dikategorikan berisiko tinggi.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Obligasi tersebut.


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.