Modest Start (Domestic Equity Market)

Pada awal tahun 2024, JCI bergerak stabil, namun berbeda dengan harapan sebagian besar investor akan terjadinya Efek Januari. Sementara itu, indeks utama global, terutama di negara-negara maju, mencapai level tertinggi sepanjang masa. Dua faktor berkontribusi pada kondisi pasar ekuitas domestik yang tertahan adalah kecenderungan aliran dana yang lebih tinggi ke pasar saham negara maju karena antisipasi perubahan kebijakan moneter dan kekhawatiran terkait risiko politik dalam pemilihan Indonesia yang akan datang. Pada pertemuan FOMC bulan Januari, Federal Reserve secara bulat memilih untuk keempat kalinya berturut-turut untuk mempertahankan tingkat Federal Funds Rate (FFR) pada 5,5%. Meskipun mengakui kondisi ekonomi yang positif, the Fed menekankan perlunya bukti lebih lanjut mengenai penurunan inflasi yang berkelanjutan. Meskipun bersikap hati-hati, komite menilai risiko mencapai target di pasar ketenagakerjaan dan inflasi sedang bergerak menuju keseimbangan yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa the Fed berusaha mencapai keseimbangan yang baik dengan mengecilkan kecenderungan menaikan FFR namun juga tidak akan segera melonggarkan kebijakan moneter.

Sebaliknya, pasar domestik dihadapkan dengan berita terkait Pemilu yang lebih atau kurang menciptakan ketidakpastian bagi para investor. Namun, kami melihat risiko politik ini hanya bersifat sementara dan kami memiliki pandangan jangka panjang bahwa Indonesia akan menuju masa depan yang lebih cerah melalui pemerintahan yang baru. Oleh karena itu, kami mendorong investor untuk mengumpulkan lebih banyak kelas aset saham karena Indonesia dapat memberikan pertumbuhan yang lebih baik pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Ke depan, pemerintah akan menyalurkan lebih banyak bantuan sosial untuk mendukung daya beli. Selain itu, Bank Indonesia kemungkinan akan menurunkan persyaratan Giro Wajib Minimum di sistem perbankan yang dapat mendorong pertumbuhan pinjaman kredit. Hal tersebut merupakan langkah pertama sebelum BI menurunkan tingkat suku bunga acuannya di semester kedua tahun ini menyusul pemangkasan FFR AS. Sektor-sektor yang terlihat menguntungkan dalam portofolio kami adalah perbankan, barang konsumen, ritel, dan properti, sejalan dengan kondisi makroekonomi yang diantisipasi.

Rekomendasi Produk

Reksa Dana Saham
MITRA A

Reksa Dana MITRA berinvestasi pada saham domestik mayoritas saham Big Cap.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.

MICB A

Reksa Dana Mandiri Investa Cerdas Bangsa berinvestasi mayoritas pada saham yang termasuk dalam indeks LQ45.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.

Reksa Dana Saham Indeks dan ETF
FTSE ESG A

Reksa Dana Indeks FTSEESG berinvestasi mayoritas pada saham yang terdapat di dalam Indeks FTSE Indonesia ESG.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.

XMLF

Reksa Dana ETF Mandiri ETF LQ45 berinvestasi pada saham-saham blue chip yang terdapat di dalam Indeks LQ45.
Dengan segmen Jangka Panjang, dan dikategorikan berisiko tinggi. Investor memiliki risiko atas portofolio saham tersebut.


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.