Setelah dorongan baik dari keputusan penggunaan SAL (Saldo Anggaran Lebih) 2020 pada APBN 2021, minggu ini kita mendengarkan kerjasama baru antara pemerintah dengan Bank Indonesia melalui SKB3. Kerja sama ini akan terbagi menjadi dua yaitu cluster A untuk dana kesehatan khususnya vaksinasi dan cluster B untuk dana kesehatan di luar vaksinasi dan jaring pengaman sosial. Kerja sama ini untuk anggaran negara tahun 2021 dan 2022. Kami melihat kerja sama ini bisa membantu pemerintah untuk bisa lebih fleksibel namun tetap disiplin sehingga bisa mencapai defisit 3% di 2023. Dengan kerja sama ini penerbitan SBN per sesinya dapat lebih kecil menjadi Rp 27 triliun dari biasanya rata rata di Rp 43 triliun.

Dengan mengecilnya jumlah penerbitan di pasar primer maka investor memenuhi porsi obligasi pemerintah melalui pasar sekunder yang dapat membuat yield lebih menguat. Kami melihat langkah ini semakin baik untuk obligasi Indonesia kedepan setidaknya sampai akhir tahun 2021.

Disamping itu, kami melihat beberapa resiko dari kebijakan ini seperti resiko inflasi dengan bertambahnya likuiditas tambahan ini. Selain itu kami mengingatkan adanya resiko perubahan kebijakan yang harus diambil oleh BI dalam menghadapi perubahan kebijakan bank sentral dunia kedepan, terutama the Fed.

Melihat kondisi ini kami merekomendasikan investor untuk masuk ke Reksa Dana Mandiri Investa Dana Utama (RD MIDU). Bila investor lebih yakin akan perguatan yield maka Reksa Dana Mandiri Investa Dana Obligasi 2 (RD MIDO2) menjadi pilihan.

Produk 6M Performance YTD Performance
MIDU +3,56% +2,70%
MIDO2 +2,83% +4,27%

Info lebih lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.