Advantage  

Pada Januari 2024, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 6,00%. Kurs Rupiah menghadapi tantangan karena kemungkinan Federal Reserve akan menahan tingkat suku bunganya lebih lama. Kemungkinan kecil bahwa BI akan menurunkan tingkat suku bunga acuan sebelum pemangkasan Federal Funds Rate (FFR) yang diantisipasi pada semester kedua tahun 2024. Meskipun kurva yield obligasi pasar uang masih flat, potensi imbal hasil yang lebih tinggi mungkin dapat terjadi setelah BI menurunkan tingkat suku bunganya. Sementara itu, tingkat deposito bank mengalami penurunan pada bulan Januari 2024 dibandingkan dengan likuiditas yang terbatas pada Desember 2023. Oleh karena itu, memiliki lebih banyak obligasi pasar uang kemungkinan akan memberikan lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan memiliki deposito bank.

Rekomendasi Produk

Reksa Dana Pasar Uang
MIPU

Reksa Dana MIPU berinvestasi pada Instrumen Pasar Uang dengan segmen Jangka Pendek dan dikategorikan berisiko Rendah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Pasar Uang tersebut.

MPUS

Reksa Dana MPUS berinvestasi pada Instrumen Pasar Uang Syariah dengan segmen Jangka Pendek dan dikategorikan berisiko Rendah.
Investor memiliki risiko atas Portofolio Pasar Uang Syariah tersebut.


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.