Ekonomi domestik mengakhiri tahun 2023 dengan kondisi yang stabil meski dalam perjalanannya selama satu tahun penuh dengan tantangan terutama yang berasal dari faktor global. Kestabilan ekonomi di Indonesia patut diapresiasi karena risiko perekonomian global yang eskalatif seperti meningkatnya tensi geopolitik, perlambatan ekonomi (AS, Eropa dan China), volatilitas harga komoditas, dan tekanan inflasi. Kebijakan fiskal pemerintah sebagai shock absorber tercermin dalam pengendalian inflasi, menjaga momentum pemulihan dan menjaga belanja prioritas (stunting, kemiskinan ekstrem, pemilu, Proyek Strategis Nasional dan IKN) berjalan baik di mana defisit anggaran 2023 berada pada 1,65% terhadap PDB. (jauh lebih rendah dari APBN 2023 -2,84% terhadap PDB). Keseimbangan primer (pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang) di 2023 pertama kali positif sejak 2012. Selain itu, Bank Indonesia berhasil menstabilkan nilai tukar Rupiah dengan hanya menaikan 50 bps BI Rate selama 2023 dan inflasi kembali di bawah 3% pada akhir tahun.

Overview

Bulan Desember 2023 The Fed menahan suku bunga acuan di 5,50% dan mulai mendiskusikan kapan adanya pemotongan suku bunga FFR. Hal tersebut membuat sebagian investor menilai The Fed telah mencapai terminal rate dan ke depannya akan ditahan pada level tersebut untuk beberapa waktu ke depan. Penting bagi The Fed untuk menjaga kestabilan agar inflasi dapat terus terkendali tetapi tidak merusak pertumbuhan ekonomi. Inflasi AS meningkat sedikit di Desember 2023 ke 3,4% yoy dari sebelumnya 3,1% yoy yang didorong oleh sektor jasa dan sewa rumah. Namun, hal tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan karena kenaikan tersebut bersifat sementara dan masih pada tren menurun. Pemotongan suku bunga FFR kemungkin besar akan terjadi di kuartal kedua 2024 dan kemudian dapat diikuti oleh bank sentral negara berkembang lainnya.

Data domestik di bulan Desember 2023 terlihat cukup stabil di mana PMI Manufacturing naik, inflasi kembali pada batas normal, Indeks Keyakinan Konsumen cukup bertahan terutama setelah adanya penyaluran dana bantuan sosial, dan neraca dagang masih melanjutkan surplus besar. Daya beli masyarakat terus didorong oleh pemerintah melewati dana bantuan sosial yang diberikan di akhir tahun.

Pemerintah sepertinya akan melanjutkan program bantuan sosial sampai dengan akhir semester pertama 2024. Penjualan kendaraan di Desember 2023 memang mengalami penurunan, namun penjualan diperkirakan dapat kembali menguat di 2024.

Topic of discussion

  • Inflasi.
  • PMI Manufacturing dan Indeks Keyakinan Konsumen.
  • Neraca dagang, ekspor dan impor.
  • Data makro ekonomi.
  • Penjualan mobil dan motor.
  • Analisa kondisi makro ekonomi dan kondisi pasar modal.
  • Kesimpulan dan Rekomendasi.

Rekomendasi

Sinyal taktikal strategi jangka pendek pada Januari 2024 kembali memberikan isyarat untuk masuk ke risky asset lebih banyak yaitu saham dan obligasi. Porsi saham saat ini kembali naik ke 47,5% (vs 37,5% sebelumnya) dan porsi obligasi tetap di 47,5% serta menurunkan porsi pasar uang ke 5,0% (vs 12,5% sebelumnya). Kami menyarankan investor untuk bullish pada kuartal pertama 2024 karena banyak katalis positif di awal tahun. Rekomendasi produk saham bertahan pada saham berkapitalisasi besar yaitu RD MICB, RD Index FTSE Indonesia ESG dan ETF Mandiri Indeks LQ45 (XMLF). Sementara pada kelas pendapatan tetap produk RD IDAMAN dan MIDU dapat menjadi pertimbangan untuk investor yang ingin memiliki eksposur produk berdurasi menengah - panjang (risiko tinggi) dan berdurasi pendek (risiko rendah) dengan pembagian dividen regular.

Rekomendasi Produk

Saham

Saham Global

Index

Pendapatan Tetap

Pasar Uang

Produk 3M Performance YTD Performance
Saham
MICB A -0,1% +0,3%
ASEAN5 -0,2% +0,5%
Saham Global
MGSED A +9,6% -0,5%
MASED B +1,7% -5,5%
Index
FTSEESG A +6,9% +1,0%
XMLF +6,4% +0,5%
Pendapatan Tetap
MIDU +2,02% +0,24%
IDAMAN +5,06% +2,28%
Pasar Uang
MIPU +1,00% +0,24%

*Data diatas adalah data per tanggal 19 Januari 2024

Untuk membaca hal-hal yang terjadi di bulan Desember 2023 yang mempengaruhi ekonomi secara makro selengkapnya disini:

Baca Selengkapnya

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.