Semester pertama 2023 telah usai dan Indonesia mampu bertahan di tengah ekonomi global yang terus menurun. Beruntungnya Indonesia memiliki pasar domestik yang besar sehingga dapat menjadi bantalan ketika permintaan global turun. Data ekonomi pada posisi kuat dalam 6 bulan pertama 2023 terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah Indonesia berada pada masa peralihan dari pandemi menjadi endemi dan transformasi itu berjalan cukup lancar. Banyaknya hari libur di semester pertama turut meningkatkan konsumsi masyarakat. Kami melihat Indonesia masih memiliki amunisi pertumbuhan untuk semester kedua 2023 melalui belanja negara yang masih sangat besar (2/3 dari anggaran) dan rangkaian event pemilu yang akan segera digelar pada akhir tahun ini. Baik kelas aset saham dan pendapatan tetap memiliki potensi untuk menghasilkan imbal hasil positif.

Overview

Pada Juni 2023, dua bank sentral dari negara dengan ekonomi terbesar mengubah kebijakan suku bunga. Bank Sentral AS, The Fed, menghentikan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam pertemuan FOMC bulan Juni 2023. The Fed rate bertahan di 5,25% pada Juni 2023, sama seperti bulan sebelumnya. The Fed telah menaikkan the Fed rate sejak Maret 2022 setiap kali dalam 10 pertemuannya. Setiap kenaikan suku bunga bervariasi mulai dari 25, 50 dan hingga 75 bps. Pada siklus kenaikan policy rate kali ini cukup besar dari yang terendah di 0,25% pada awal 2022 menjadi 5,25% pada saat ini, melampaui puncak siklus kenaikan sebelumnya di 2,5% pada tahun 2019. Inflasi di AS memang sudah pada tren penurunan di mana pada Juni 2023 tercatat 2,97% YoY dari bulan sebelumnya 4,10% dan bila dibandingkan dengan puncak inflasi kali ini yaitu tepat satutahun di Juni 2022 berada pada 9,1% YoY (tertinggi dalam 40 tahun terakhir) sudah mengalami penurunan drastis. The Fed sendiri menyatakan pihaknya masih ada kemungkinan melanjutkan kenaikan Fed rate mengingat rata-rata inflasi saat ini belum mencapai target inflasi 2%.

Selain The Fed, Bank Sentral China yaitu PBOC juga mengubah kebijakan suku bunga dengan menurunkan 10 bps loan prime rate 1 tahun dan 5 tahun masing-masing menjadi 3,6% dan 4,2%, pertama kali sejak Agustus tahun lalu. Inflasi China terus bertahan di zona 0% sejak Maret 2023 dan pada Juni 2023 tercatat 0% YoY.Kemungkinan stimulus fiskal dan moneter akan semakin meningkat. Pertumbuhan ekonomi PDB China pada kuartal kedua 2023 meningkat ke 6,3% YoY dari 4,5% YoY di kuartal sebelumnya.

Indonesia telah resmi meninggalkan fase pandemi dan masuk fase endemi sejak Juni 2023. Masyarakat terlihat cukup optimis akan kondisi yang semakin membaik karena penghasilan semakin meningkat. Banyaknya hari libur selama semester pertama membuat konsumsi meningkat seiring dengan permintaan barang serta jasa yang turut meningkat.

Topic of discussion

  • Inflasi relatif stabil.
  • PMI Manufacturing dan IKK stabil.
  • Ekspor sedikit menurun.
  • Cadangan devisa Indonesia menurun.
  • Penjualan kendaraan sedikit naik.
  • Analisa kondisi makro ekonomi dan pasar modal.
  • Kesimpulan dan Rekomendasi.

Rekomendasi Produk

Saham

Saham Global

Index

  • FTSE Indonesia ESG
    Saham domestik, Denominasi Rupiah, Berorientasi ESG, dan Pengelolaan pasif
  • ETF LQ45
    Tracking error rendah, Transaksi jual/beli dapat di lakukan setiap saat, dan Nilai transaksi real time

Pendapatan Tetap

Produk 3M Performance YTD Performance
Saham
MICB +3,2% +7,3%
ASEAN5 +3,2% +6,1%
Saham Global
MGSED +7,3% +18,0%
Index
FTSE +1,2% +3,0%
XMLF +2,7% -
Pendapatan Tetap
MIDU +1,69% +2,89%
IDAMAN -0,94% +0,86%

*Data diatas adalah data per tanggal 27 Juli 2023

Untuk membaca hal-hal yang terjadi di bulan Juni 2023 yang mempengaruhi ekonomi secara makro selengkapnya disini:

Baca Selengkapnya

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.