Perkembangan Kondisi Ekonomi

Ekonomi pada kuartal keempat 2023 penuh dengan dinamika karena dipengaruhi kejadian ekternal dan internal yang membuat kondisi pasar modal tidak berjalan dengan mudah. Pecahnya perang di Timur Tengah membuat harga energi naik sehingga kekhawatiran inflasi global akan kembali meningkat. Sementara dari dalam negeri efek kemarau yang panjang membuat masyarakat merasakan harga beras yang meningkat. Nilai tukar ikut melemah karena adanya kekhawatiran akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan. Namun, baik pasar saham maupun obligasi dapat kembali menguat karena adanya indikasi kuat dari Bank Sentral utama (The Fed, ECB, BoE) mengakhiri kenaikan suku bunga acuan sehingga investor global mulai risk on. Begitu pula dengan ekonomi domestik yang dapat menjaga kestabilan karena perpaduan fiskal dan moneter yang cukup efektif.

Global : Soft landing economy

Sejak pertengahan tahun 2023 kita telah melihat ekonomi AS terus bertahan dalam kondisi baik. Namun pelaku pasar kian khawatir bila harga minyak kian menguat terutama setelah pecahnya perang Israel – Palestina yang membuat kondisi geopolitik semakin memburuk. Diskusi yang paling banyak diperbincangkan adalah apakah The Fed yang masih tidak segan untuk menaikan suku bunga akan merubah lebih tinggi terminal rate (suku bunga acuan tertinggi pada suatu fase pengetatan moneter) melalui istilah higher for longer. Tentu bila asumsi terminal rate terus berubah maka valuasi semua kelas aset akan ikut berubah atau menurun karena terdiskon dengan bunga acuan yang lebih tinggi. Demikian pula dengan asumsi tersebut nilai tukar US Dollar terus menguat terhadap semua mata uang global, termasuk Rupiah.

Namun, pada kenyataanya Bank Sentral utama seperti The Fed, ECB dan BoE terus menahan kenaikan suku bunga dan, secara umum, kondisi ekonomi global bergerak ke arah yang diharapkan (soft landing). Bank sentral mengatakan last mile (tantangan terakhir dalam meredakan inflasi), yang melibatkan pengendalian pertumbuhan harga barang dan jasa, akan lebih sulit. Meskipun demikian, inflasi inti baru-baru ini sudah mulai membaik. Tanda-tanda semakin meredupnya aktivitas ekonomi di AS, Eropa, dan Inggris semakin terlihat. Namun, masih terlalu dini untuk menyatakan mission accomplished. Para pengambil kebijakan perlu mencermati pergerakan inflasi inti dengan memperhatikan dinamika jangka menengah seperti pergeseran geopolitik, perubahan iklim, dan pemilu yang diadakan di beberapa negara.

Domestik : Dorongan dari dana bantuan sosial

pemerintah juga telah menetapkan bantuan beras yang diperpanjang menjadi 6 bulan dari sebelumnya 3 bulan. Dana Pemerintah saat ini relatif besar dan dapat terus menjadi batalan ekonomi jika kondisi ekonomi tiba - tiba memburuk. Tekanan ekonomi pada akhir tahun 2023 lebih besar berasal dari luar negeri dibandingkan dari dalam negeri. Kebijakan fiskal pemerintah sebagai shock absorber tercermin dalam pengendalian inflasi, menjaga momentum pemulihan dan menjaga belanja prioritas (stunting, kemiskinan ekstrem, pemilu, PSN dan IKN) berjalan baik di mana defisit anggaran 2023 berada pada 1,65% terhadap PDB. (jauh lebih rendah dari APBN 2023 -2,84% terhadap PDB). Keseimbangan primer (pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang) di 2023 pertama kali positif sejak 2012.

Data domestik ekonomi di bulan Desember 2023 terlihat cukup stabil di mana PMI Manufacturing naik (52,2), inflasi kembali pada batas normal (2,6% yoy), Indeks Keyakinan Konsumen cukup bertahan (123,8) terutama setelah adanya penyaluran dana bantuan sosial, dan neraca dagang masih melanjutkan surplus besar (USD 3,3 miliar). Daya beli masyarakat terus didorong oleh pemerintah melewati dana bantuan sosial yang diberikan di akhir tahun 2023. Pemerintah sepertinya akan melanjutkan program bantuan sosial sampai dengan akhir semester pertama 2024.

Untuk mengetahui perkembangan kondisi pasar modal di kuartal keempat 2023 dari segi pasar saham dan pasar obligasi secara lengkap dan juga untuk mempersiapkan rencana investasi di kuartal perrtama 2024, investor dapat membaca disini:

Baca Selengkapnya

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.