Highlight  ‌

Indeks IHSG semakin mendekati 7000 dengan kenaikan 0.8% wow dan LQ45 bergeser 0,9% wow menjadi 961. Peningkatan indeks domestik mengikuti pergerakan indeks AS yang lebih dikarenakan oleh kemungkinan the Fed tidak menaikan suku bunga di bulan ini. Yield dari IndoGb naik ke 6,69% dari 6,56% akibat dari kenaikan yield UST karena dorongan data inflasi Agustus.

AS mencatatkan data inflasi CPI yang naik ke 3,7% yoy di Agustus dari sebelumnya 3,2% yoy di Juli dan sedikit melewati ekspektasi pasar di 3,6%. Inflasi inti AS turun ke 4.3% yoy dari sebelumnya 4,7% yoy. Sementara angka PPI kembali naik menjadi 1,6% yoy di Agustus dari sebelumnya 0,8% yoy. Kenaikan harga bahan bakar minyak pada dua bulan (Juli & Agustus) yang menjadi pendorong kenaikan inflasi AS. Data retail sales AS di Agustus 2023 berada pada level yang normal 2,5% yoy, mirip dengan sebelumnya 2,6% yoy. Melihat kondisi data tersebut investor mengharapkan the Fed tidak akan menaikan suku bunga acuan. ECB menaikan suku bunga acuan 25 bps menjadi 4,5% karena inflasi eropa masih berada pada level 5.3%. Namun investor memperkirakan puncak suku bunga ECB akan segera tercapai.

Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca dagang yang meningkat menjadi USD 3,2 miliar di Agustus dari bulan sebelumnya USD 1,29 miliar. Impor menurun 14,8% yoy lebih dalam dari sebelumnya -8,3% yoy. Ekspor mengalami peneurunan 21,2% yoy dari sebelumnya -18,1% yoy. Penjualan motor naik tipis 1, 8% yoy (vs 45,6% yoy di Juli) dan mobil turun 8,3% yoy (vs -6,8% yoy di Juli ) karena efek high base tahun lalu.

Picture of the week

Jika inflasi di AS lebih disebabkan oleh harga energi, inflasi di Indonesia lebih didorong oleh harga makanan terutama harga beras. Efek dari El Nino yaitu turunnya output produk agrikultur mulai terasa terutama pada komoditas beras (Pic 1). Namun sepertinya peningkatan harga makanan tidak menjalar luas ke komoditas makanan yang lain karena FAO Global Food Index terus menurun seiring dengan menurunnya harga pupuk.

Persediaan beras Indonesia memang terus menurun dalam dua tahun belakangan karena naiknya konsumsi dengan produksi beras yang stabil. Selain itu Indonesia telah menurunkan impor beras sejak 2019 di kisaran hanya 400k ton per tahun. Namun akibat naiknya harga beras Indonesia akan menambah kuota impor sampai ke 2,4 juta ton di 2023 (Pic 2). Selain itu pemerintah mulai mendistribusikan bantuan sosial 10 kg beras utk 21,3 juta penduduk yang membutuhkan antara September - November. Melihat respon cepat pemerintah kami yakin inflasi akan terkendali. Maka dari itu, kami merekomendasikan investor utk membeli RD pendapatan tetap seperti RD MIDO2, MIDU dan IDAMAN.

Important Date

  • Thursday, 21 September '23
    US: Fed rate decision Sep23
    ID: BI 7D RRR decision Sep23
  • Fri, 22 September '23
  • JP: Inflation rate Aug23, BoJ rate decision Sep23.

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +4.0% +1.9%
LQ45 +0.9% +2.6%
Saham
MITRA +0.3% +6.9%
MICB +1.7% +7.0%
ASEAN5 -0.4% +4.7%
MGSED -0.9% +16.6%
Index
FTSE -0.4% +4.0%
ETF
XMLF +1.0% -
Pendapatan Tetap
MIDU -0.35% +2.35%
MINION +0.64% -2.36%
MIDO2 -1.17% +4.11%
IDAMAN -1.07% -0.27%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.