Highlight  ‌

Market:

  • IHSG dan LQ45 masing-masing turun tipis -0,2% wow menjadi 7,227 dan -0,5% wow ke 972. Minggu lalu pasar banyak membicarakan peluncuran resmi mobil BYD melalui 3 model perdananya yakni SEAL, Atto 3 dan Dolphin. Saham komoditas melaju karena naiknya harga NPI (Nickel Pig Iron). Saham semen masih tertekan meski volume penjualan bulan Des23 naik 12% yoy/+1% mom.
  • Di sisi lain, yield dari IndoGb berada pada 6,6% masih sama seperti minggu sebelumnya meski US Treasury yield tergerus 19 bps ke 4,13% yang didorong oleh pencetakan bond yang lebih besar dari Kementerian Keuangan AS sehingga yield diharapkan lebih tinggi.

Macro:

  • Indonesia kembali mecetak neraca dagang besar USD 3,3 miliar di bulan Desember 2023 dengan ekspor yang turun 5,76% yoy (lebih kecil dari sebelumnya -8,56% yoy) serta impor yang juga turun 3,81% yoy (vs +3,29% yoy sebelumnya).
  • Pertumbuhan PDB Jerman FY2023 turun 0,3% yoy dari tahun sebelumnya +1,8% yoy.
  • China mencatatkan pertumbuhan PDB 4Q23 sebesar 5,2% yoy dari kuartal sebelumnya 3Q23 4,9% yoy.
  • BI Rate ditahan di 6,00% pada pertemuan RDG Jan24, demikian halnya dengan Deposit Facility Rate dan Lending Facility Rate masing-masing masih tetap di 5,25% dan 6,75%.
  • Retail sales AS di Dec23 berada pada 5,6% yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 4% yoy.
  • Inflasi Jepang di Dec23 masih kuat di 2,6% yoy, turun dari 2,8% di Nov23.

Picture of the week

Source: FT

Indeks AS naik mencapai 4,839 di mana posisi ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor ini tercapai karena dorongan kinerja 7 saham terbesar (Magnificent Seven). Porsi 10 saham terbesar di S&P 500 adalah sekitar 33% (~USD 42 triliun) di akhir tahun 2023 (Pic 1), naik dari 26% di awal tahun 2023.

Source: Invesco, FT

Jika melihat jangka yang lebih jauh (2003 – 2022) sebenernya saham di luar 50 saham terbesar di S&P 500 dapat berkinerja lebih baik (Pic 2). Alasan untuk merdiversifikasikan portofolio merupakan suatu alasan yang baik karena ketika satu/sekelompok saham telah naik maka ada indikasi positif saham lapis kedua dan seterusnya akan juga membaik dengan tentunya didukung oleh fundamental yang baik. Begitu juga dengan portfolio MGSED yang sampai saat ini memiliki 6 dari 7 Magnificent Seven yaitu Microsoft, Amazon, Nvidia, Meta, Apple dan Alphabet dengan total porsi weigthing 26% dari total keseluruhan portfolio. Serta terus mendiversifikasikan komposisi ke jumlah saham (kisaran saham 45 - 48 saham) dan negara (di luar AS). Sehingga portofolio MGSED masih dapat didorong oleh saham lapis kedua dan seterusnya mengikuti saham lapis pertama yang sudah berkinerja baik.


Produk 3M Performance YTD Performance
JCI +5,6% -0,6%
LQ45 +6,9% +0,2%
Saham
MITRA A +0,5% +0,6%
MICB A -0,1% +0,3%
ASEAN5 -0,2% +0,5%
MGSED A +9,6% -0,5%
Indeks
FTSEESG A +6,9% +1,0%
ETF
XMLF +6,4% +0,5%
Pendapatan Tetap
MIDU +2,02% +0,24%
MIDO2 +3,36% -0,01%
MINION +8,32% +1,55%
IDAMAN +5,06% -2,28%

*Data diatas adalah data per tanggal 19 Januari 2024


Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - [email protected]
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana