Highlight Β 

IHSG mencetak rekor tertinggi dalam sejarah mencapai 6.726 pada Jumat, meskipun hanya bergeser 0,5% dalam sepekan. Sementara LQ45 naik 0,7% dalam seminggu mencapai 959 dan bukan level tertinggi yang pernah terjadi. Hal yang menarik adalah dari yield obligasi pemerintah INDOGB 10 tahun yang masih bertahan di teritori 6,42% hampir sama seperti pekan sebelumnya di 6,40%. Sementara yield UST 10 tahun bergejolak dalam sepekan dan ditutup 1,77%.

China mengumumkan pertumbuhan GDP kuartal keempat 2021 mencapai 4,0% yoy, lebih rendah dari pencapaian kuartal sebelumnya di 4,9% yoy. Kemudian People’s Bank of China mengumumkan penurunan suku bunga pinjaman 1-tahun sebanyak 10bps menjadi 3,7% pada Januari 2022. Ini merupakan penurunan kedua yang dalam dua bulan berturut setelah pemotongan 5 bps pada bulan Desember 2021, dan merupakan pertama kali sejak April 2020. Inflasi UK naik sebanyak 5,4% yoy pada Desember, lebih tinggi dari 5,1% di November 2021.

Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan pada impor menjadi 47,9% yoy dan ekspor di 35,3% yang membawa neraca dagang turun menjadi USD 1,02 milyar, dari sebelumnya masih USD 3,52 milyar di November. Selama setahun Indonesia selalu mencatatkan neraca dagang positif. Pertumbuhan kredit naik 5,2% yoy di Desember, lebih baik dari 4,7% yoy di November. Bank Indonesia masih menahan suku bunga acuan 7D RRR di 3,5%.

Picture of the week

Pada pertemuan Dewan Gubenur bulan Januari 2022, BI mengumumkan perubahan kebijakan moneter untuk memitigasi dampak rentetan normalisasi kebijakan di negara maju, khususnya Bank Sentral AS (The Fed) melalui kenaikan GWM (Giro Wajib Minimum) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional yang saat ini 3,50% menjadi: i) 5,00% pada Maret 2022, ii) 6,00% pada Juni 2022 dan iii) 6,50% pada September 2022. Dengan kenaikan dari GWM ini, kami masih yakin perbankan masih akan mencapai kenaikan pertumbuhan kredit pinjaman mencapai 6% - 8%. Karena meskipun persyaratan GWM akan berubah, likuiditas perbankan diprediksi masih akan sangat besar. Dengan naiknya GWM, maka tidak menutup kemungkinan BI juga ada mengubah suku bunga acuan 7D RRR sebagai langkah menjaga kestabilan ekonomi. Kami menyarankan investor untuk masuk pada RD MITRA (RD Mandiri Investa Atraktif) di awal tahun 2022 karena kredit pinjaman akan terus naik dan menjadi salah satu pendorong pemulihan.

Important Date

  • Tuesday, 25 JAN ID: FDI Dec21, 2W sales Dec21
  • Thursday, 27 JAN US: Β Fed Interest Rate Decision

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI +8,1% +0,3%
LQ45 +12,5% +1,7%
Saham
MITRA +2,1% -0,7%
ASEAN5 +0,0% +1,9%
MGSED -15,1% -13,9%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,65% -0,25%
MINION -4,02% -2,90%
MIDO2 +1,28% -0,42%
IDAMAN -2,47% -1,62%

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.