Highlight  ‌

Indeks IHSG menembus 7000, naik 0,5% wow ke 7.016. Indeks LQ45 naik lebih banyak 0,7% wow menjadi 968. Kinerja saham domestik cukup baik jika dibandingkan dengan indeks saham global yang rata – rata turun. Yield dari IndoGb naik ke 6,75% sesuai dengan US treasury yield yang terus naik ke 4,44%. Nilai tukar Rupiah masih berada di level yang sama Rp 15,350 – Rp 15,400.

The Fed menahan suku bunga acuan Fed Rate di 5,5%. Inflasi di Jepang bulan Agustus berada pada 3,2% yoy (vs. 3,3% yoy di Juli 2023). Bank of Japan tidak merubah suku bunga di -0,1%. Selain Jepang, Bank of China juga menahan bunga Loan Prime Rate 1 tahun dan 5 tahun di 3.45% dan 4,2% masing – masing.

Bank Indonesia menahan BI 7D RRR di 5,75%, lending rate 6,5% dan deposit rate 5%. Pertumbuhan kredit pinjaman naik menjadi 9,06% yoy dari 8,54% yoy.

Picture of the week

Minggu lalu the Fed menahan kenaikan suku bunga dengan bertahan pada level 5,50%. Tim officials melihat kebijakan memotong suku bunga di 2024 dan 2025 akan lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun kebijakan moneter masih ketat, ekonomi masih akan relative kuat dan tingkat pengangguran tidak akan meningkat secara signifikan. Pertumbuhan PDB di AS pada tahun 2023, 2024 dan 2025 terlihat meningkat dari setiap pertemuan selama ini (Pic 1). Sedangkan inflasi inti PCE mulai turun pada 2023 dan cukup stabil pada 2024 dan 2025. Jika pertumbuhan ekonomi cukup kuat, inflation mungkin saja dapat tidak berada pada level yang diharapkan. Sehingga suku bunga acuan “higher for longer” diperlukan dan the officials memasang perkiraan 5% - 5,25% di tahun 2024 (vs 4.5% -4.75% pada perkiraan di Juni lalu) yang terlihat pada dot plot.

Kami melihat hal ini cukup baik karena kemungkinan resesi yang bersifat softlanding (bukan hardlanding) kemungkinan besar sudah mulai difaktorkan oleh investor global. Bahkan ada yang sudah berharap akan terjadi goldilocks di ekonomi yaitu tanpa terjadi resesi sekalipun. Jika demikian seharusnya investor cukup optimis dengan kelas aset saham dan obligasi. Produk saham yang dapat terpengaruh oleh kebijakan ini adalah RD MGSED sedangkan produk saham domestik RD MICB, RD Index FTSE ESG dan RD ASEAN 5 dapat menjadi tumpuan. Untuk produk RD MIDO2 dan RD IDAMAN adalah andalan untuk kondisi yield yang tinggi saat ini.

Important Date

  • Thursday, 28 September '23
    US: GDP growth 2Q23
  • Friday, 29 September '23
    US: PCE inflation rate Aug23

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +5.5% +2.4%
LQ45 +2.5% +3.3%
Saham
MITRA +1.4% +7.1%
MICB +2.6% +7.4%
ASEAN5 +0.7% +4.9%
MGSED -3.7% +12.2%
Index
FTSE +1.2% +4.7%
ETF
XMLF +2.6% -
Pendapatan Tetap
MIDU -0.33% +2.32%
MINION -2.95% -3.87%
MIDO2 -1.38% +3.78%
IDAMAN -1.87% -0.96%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.