Highlight ย โ€Œ

IHSG masih bertahan pada level 6.856 (-0,6% wow) dan LQ45 pada level 946 (-0,8% wow) meskipun tekanan koreksi di index saham AS cukup besar. Indeks S&P turun 2,7% wow dan Nasdaq melemah 3,3% wow akibat data PCE Jan23. Sementara untuk yield dari INDOGB tidak berubah banyak selama seminggu pada level antara 6,7% - 6,8%. Pada level tersebut, yield dari INDOGB dapat dikatakan kuat karena yield dari US Treasury berada pada 2,9% sehingga yield spread antara kedua obligasi acuan menjadi kisaran 290 bps.

AS mencatatkan kenaikan secara bulanan pada PCE, pengukur inflasi pilihan The Fed, 0,6% mom di Jan23 (vs 0,2% mom di Des22), begitu pula secara tahunan ย 5,4% yoy di Jan23 (vs 5,3% yoy di Des22). Data PCE yang keluar menambah kekhawatiran investor akan langkah moneter AS yang kemungkinan akan menaikan suku bunga acuan lebih banyak atau menahan lebih lama pada level puncak.

Indonesia mencatatkan current account surplus USD 4,3 milyar pada kuartal keempat 2022 dibandingkan USD 4,4 milyar pada 3Q22. Surplus 4Q22 berada pada 1.3% terhadap PDB sehingga melengkapi current account surplus selama 2022 di 1,0% terhadap PDB.

Picture of the week

Pendapatan negara di awal tahun mencatatkan kenaikan 48% yoy di Jan23. Salah satu penyumbang kenaikan terbesar berasal dari Pajak Penambahan Nilai (PPN) yang naik 94% yoy (vs 46% yoy di Jan22). Sementara di sisi spending, terjadi kenaikan 11% yoy di Jan23 dan merupakan kenaikan terbesar sejak 2016. Sebagian besar pengeluaran terjadi pada bantuan social dan belanja operasional. Secara umum, anggaran pemerintah mengalami surplus Rp 91 trn (0,4% of GDP) di Jan23 (Pic 1). Pencapaian anggaran pemerintah di awal tahun khususnya penerimaan negara seperti PPN cukup postif karena menunjukan pergerakan ekonomi domestik yang cukup baik (Pic 2). Hal tersebut menunjukan masyarakat banyak bertransaksi sehingga harapannya ekonomi dapat tercipta multiplier effect yang besar. Melihat geliat ekonomi saat ini kami optimis bahwa efek positif ke pasar modal akan tercipta, terutama kelas saham. Kami merekomendasikan investor untuk memiliki RD saham seperti RD MITRA, RD MICB dan RD Index FTSE ESG sehingga dapat mengikuti pergerakan ekonomi yang positif saat ini.

Important Date

  • Wed, 1 MAR23 ID: PMI Manufacturing Feb23
  • Wed, 1 MAR23 ID: Inflation Feb23
  • Wed, 1 MAR23 CN: Caixin PMI Manufacturing Feb23
  • Wed, 1 MAR23 US: PMI Manufacturing Feb23
  • Thu, 2 MAR23 EU: Unemployment rate Jan23

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI -4,7% +0,1%
LQ45 -7,8% +1,0%
Saham
MITRA -0,9% +1,2%
MICB -3,2% +0,2%
ASEAN5 -3,5% -0,0%
MGSED +1,3% +7,0%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,19% +0,27%
MINION +0,62% -3,17%
MIDO2 +3,17% +1,22%
IDAMAN -1,50% -0,36%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505 โ€Œ
โ€ŒWhatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003โ€Œ
โ€ŒEmail Mandiri Investasi - [email protected]โ€Œ
โ€ŒMandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.idโ€Œ
โ€ŒMoinves - www.moinves.co.idโ€Œ


DISCLAIMERโ€Œ
โ€Œโ€Œ
โ€ŒPendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.