Highlight  ‌

Pergerakan saham secara umum masih belum berubah terlalu banyak. IHSG turun tipis 29 poin dalam seminggu dan masih bertahan 7.053. Indeks LQ45 juga turun tipis 8 poin di minggu lalu menjadi 1.001. Minggu ini merupakan minggu terakhir pada bulan November yang biasanya terjadi koreksi (seperti bulan ini -0,64% mtd) sebelum akhirnya di tutup dengan penguatan di bulan Desember. Kami menyarankan investor untuk masuk ke RD MICB agar dapat menikmati rally yang kemungkinan dapat terjadi di bulan Desember dan Januari.

Di sisi obligasi, yield dari INDOGB kembali turun dan pada minggu lalu menembus teritori dibawah 7% yaitu 6,94%, atau turun10 bps dalam seminggu. Hal tersebut sejalan dengan penurun UST yield yang turun ke 3,69%. Kami melihat peluang ada RD IDAMAN dimana saat ini INDON berada pada 5,06% dan menyisakan spread sekitar 136 bps dengan UST yield, dimana biasanya bergerak diantara 100 – 120 bps. Bagi investor yang ingin memarkirkan uang di akhir tahun, RD Pasar Uang seperti RD MIPU adalah tempatnya dimana saat ini semakin naik imbal hasilnya.

Pada minuta pertemuan FOMC pada awal bulan November diinformasikan bahwa para anggota dewan gubernur bank sentral AS setuju untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga karena inflasi menunjukan tanda penurun. Jika pada pertemuan November terjadi kenaikan sebesar 75bps, mungkin pada pertemuan bulan Desember FFR hanya naik 50 bps.

Picture of the week‌

Anggaran fiskal pemerintah pada Oktober 2022 naik pesat 14% yoy (6% yoy di September 2022) dimana pengeluaran pemerintah pusat naik 18% yoy dan tran transfer daerah naik 5,7% yoy (Pic1). Pengeluaran pemerintah pusat naik dikarena pembayaran kompensasi energi yang besar (Rp268trn dari target Rp294trn). Sampai dengan bulan Oktober 2022, anggaran pemerintah defisit 0,9% terhadap PDB (Pic2). Meskipun sudah naik, namun anggaran pengeluaran pemerintah masih akan sangat besar sampai dengan akhir tahun (total pencapaian 2022 baru 75% sampai Okt22) dimana defisit yang sudah dianggarkan dapat mencapai -4,85% terhadap PDB (masih ada sekitar Rp363trn). Dengan demikian kita dapat melihat bahwa pemerintah akan mampu memenuhi semua komitmen dalam menjaga kestabilan perekonomian yang akan berimbas positif kepada semua kelas asset Investasi.

Important Date

  • Wed, 30 NOV22 US: JOLTS Jobs opening Oct22
  • Thu, 01 DEC22 US: PMI Manufacturing Nov22
  • Thu, 01 DEC22 CN: PMI Manufacturing Nov22
  • Thu, 01 DEC22 EU: PMI Manufacturing Nov22
  • Thu, 01 DEC22 EU: Unemployment rate Oct22
  • Thu, 01 DEC22 ID: PMI Manufacturing Nov22
  • Thu, 01 DEC22 ID: Inflation Nov22
  • Fri, 02 DEC22 US: Unemployment rate & Non-farm Payroll Nov22

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI +2,5% +7,2%
LQ45 -0,8% +7,6%
Saham
MITRA +3,1% +7,4%
MICB +1,0% +8,8%
ASEAN5 +1,1% +2,3%
MGSED +3,3% -30,2%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,26% +0,54%
MINION +3,04% -7,07%
MIDO2 +3,72% +0,27%
IDAMAN -1,10% -7,75%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.