Highlight  ‌

Indeks IHSG mengalami koreksi tipis 0,2% WoW menjadi 6.687 namun indeks LQ45 naik tipis 0,3% WoW menjadi 942. Pergerakan indeks utama tersebut tidak mempengaruhi kinerja equity funds dari Mandiri Investasi yang semakin baik. RD MICB bergerak positif 0,9% WoW, RD MITRA dapat tumbuh 1,2% WoW, RD ASEAN5 naik 1,1% WoW, RD Index FTSE naik 0,8% WoW serta RD MGSED juga tumbuh 0,8% WoW. Sementara itu, tidak ada pergerakan besar pada kelas aset obligasi dengan yield yang masih sama selama seminggu di 6,43%. Meski UST yield naik menjadi 3,8% dari seminggu sebelumnya di 3,6%. Kinerja bond funds baik MIDU dan MIDO2 stabil dengan kenaikan tipis 0,1% WoW.

Kenaikan US Treasury yield tidak terlepas dari inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures Price Index) yang menjadi pilihan the Fed dalam mengukur inflasi masih mengalami kenaikan di bulan April 2023 setelah mengalami tren penurunan. PCE pada bulan April 2023 tercatat 4,4% YoY (0,4% MoM), dari bulan Maret 2023 di level 4,2% YoY (0,1% MoM). Pada notulen pertemuan FOMC yang dipublikasikan, terlihat bahwa anggota rapat berbeda pendapat akan perlunya kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut untuk melawan inflasi. Perkembangan data akan menjadi acuan bagi penentuan kenaikan suku bunga acuan AS berikutnya.

Bank Indonesia kembali menetapkan suku bunga acuan BI 7DRRR tetap di 5,75% dengan lending facility rate sama di 6,5% dan deposit facility rate juga tetap 5%. Pertumbuhan pinjaman pada bulan April 2023 adalah 8,08% YoY, lebih rendah dari bulan Maret 9,93% YoY.

Picture of the week

Current account Indonesia pada kuartal pertama 2023 tercatat surplus USD 2,97 miliar, yang berarti lebih baik dari perkiraan konsensus USD 2,5 miliar dan jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu surplus USD 0,55 miliar (Pic 1). Dengan pencapaian tersebut, current account to GDP pada 1Q23 tercatat surplus 0,9% berbanding surplus 0,2% pada 1Q22. Pencapaian current account pada 1Q23 merupakan 7 kuartal surplus berturut-turut yang dicapai dalam ekonomi Indonesia.

Selain itu, data fiskal per April 2023 menunjukan bahwa pendapatan negara berada pada Rp 1.000,5 triliun (+17,3% yoy) atau sudah mencapai 40,6% dari anggaran pendapatan pemerintah 2023 (Rp 2.462,6 triliun).  Berbeda halnya dengan pengeluaran sampai pada April 2023 baru mencapai Rp 765,8 triliun (+2,0% yoy) yang artinya baru mencapai 25,0% dari total anggaran pengeluaran pemerintah di 2023 sebesar Rp 3.061 triliun. Dengan demikian, anggaran pemerintah sampai dengan April 2023 masih terdapat surplus Rp 234,7 triliun.

Dua berita domestik di atas merupakan berita positif untuk kelas aset obligasi dan saham. Dengan Current Account Surplus dan kuatnya penerimaan negara, maka minat memiliki obligasi Indonesia akan semakin besar karena nilai tukar akan relatif stabil dan penerbitan obligasi negara kemungkinan akan terbatas. Sementara dari kelas aset saham, pemerintah kemungkinan akan menggenjot pengeluaran di kuartal berikutnya untuk meningkatkan daya beli masyarakat sehingga perekonomian domestik dapat terus menggeliat.

Important Date

  • Wed, 31 MAY23 US: JOLTs job openings April 2023
  • Thu, 01 JUN23 CN: PMI Manufacturing May 2023
  • Thu, 01 JUN23 EU: Unemployment rate Apr 2023
  • Thu, 01 JUN23 US: ISM Manufacturing May 2023
  • Fri, 02 JUN23 US: Unemployment rate May 2023
  • Fri, 02 JUN23 US: Non-farm payroll May 2023

Produk 3M Performance YTD Performance
JCI -1,2% -1,8%
LQ45 +0,6% +0,9%
Saham
MITRA +3,8% +4,2%
MICB +3,8% +3,1%
ASEAN5 +3,6% +2,7%
MGSED +6,4% +13,4%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,82% +2,09%
MINION +0,16% -3,02%
MIDO2 +2,78% +4,03%
IDAMAN +1,42% +1,06%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.