Highlight  ‌

Saham di Indonesia terus menunjukan penguatan terutama saham big cap. Indeks LQ45 menguat 1,1% dalam seminggu menjadi 949 dan indeks IHSG naik 0,3% sepekan menjadi 6.898. Penguatan kinerja sangat terasa pada RD MITRA yang menjadi pilihan utama kami saat ini karena mampu melompat 0,8% dalam seminggu melampaui benchmark IHSG. Selain itu, RD FTSE ESG yang merupakan RD indeks berhasil meningkat 1,3% dalam sepekan. Di sisi obligasi yang sudah rally terlebih dahulu, yield dari INDOGB bergerak cukup stabil dengan hanya bergeser naik 9 poin menjadi 6,73%.

AS mencatatkan pertumbuhan PDB pada kuartal keempat sebesar 2,9% qoq, meskipun lebih rendah dari kuartal ketiga 3,2% qoq namun lebih tinggi dari perkiraan pasar di 2,6% qoq. AS mencatatkan perlambatan PCE (Personal Consumption Expenditure), indikator yang dipakai the Fed dalam melihat inflasi, menjadi 5% yoy pada bulan Desember 2022, dari bulan sebelumya 5,5% yoy. Begitu pula core PCE yang berada pada 4,4% pada Desember 2022, dari 4,7% pada November 2022.

Money supply Indonesia pada Desember 2022 tumbuh 8,3% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya di 9,5% yoy. Foreign Direct Investment meningkat 43,3% qoq pada kuartal 4Q22, lebih rendah dari kuartal sebelumnya 63,6% qoq pada kuartal 3Q22.

Picture of the week

Kelas aset obligasi dan saham dari negara berkembang (EM) menjadi sangat diminati karena dua alasan yaitu turunnya global inflasi dan pembukaan ekonomi China dari keterpurukan tahun 2022. Derasnya aliran dana ke negara berkembang mencapai USD 1,1bn dalam satu hari pada minggu lalu berdasarkan data tracking dari 21 negara yang dilakukan the Institute of International Finance (Pic 1). Kondisi ini hampir menyerupai kondisi ketika terjadi pembukaan lockdown akibat pandemi pada akhir 2020 dan 2021. Inflasi yang menjadi issue besar di 2022 terlihat sudah mulai turun dan Fed rate sepertinya sudah mendekati puncak dimana hal tersebut akan membantu meringankan tekanan kepada negara EM. Selain itu, keputusan China mencabut kebijakan zero-Covid memberikan efek yang besar terhadap inflow masuk ke China. Kami melihat permasalahan di China tidak akan selesai dalam waktu singkat sehingga dana ke negara EM terutama yang memiliki fundamental baik seperti Indonesia masih dapat berlanjut. Sentimen positif terhadap pasar EM dapat dipergunakan oleh para investor dengan masuk ke saham dan obligasi. Kami memberikan rekomendasi RD MITRA (RD Mandiri Investa Atraktif) dan RD MIDU (RD Mandiri Investa Dana Utama). RD MITRA yang berbasis IHSG tentu memiliki wawasan yang cukup luas dalam menangkap peluang perbaikan kinerja dari banyak sektor dan perusahaan karena masih banyak perusahaan yang mengalami turnaround positif selain sektor finansial dan tambang yang menjadi pendorong awal. Sementara kami melihat RD MIDU masih tetap menjadi pilihan karena berdurasi pendek sehingga resiko volatilitas besar lebih rendah jika terjadi koreksi mengingat level yield saat ini relatif kuat.

Important Date

  • Wed, 01 FEB23 CN: Caixin Manufacturing PMI
  • Wed, 01 FEB23 EU: Unemployment Rate Dec22
  • Wed, 01 FEB23 US: ISM Manufacturing PMI Jan23
  • Wed, 01 FEB23 US: JOLTS Job Opening Dec22
  • Thu, 02 FEB23 US: Fed Interest Rate Decision
  • Thu, 02 FEB23 UK: BoE Interest Rate Decision
  • Thu, 02 FEB23 EU: ECB Interest Rate Decision
  • Fri, 03 FEB23 US: Unemployment rate
  • Fri, 03 FEB23 US: Non-Farm Payrolls Jan22

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI +0,0% +0,7%
LQ45 -2,5% +1,3%
Saham
MITRA +4,2% +1,3%
MICB +1,1% +0,3%
ASEAN5 +1,2% +0,3%
MGSED +4,0% +8,1%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,91% +0,11%
MINION +1,76% -2,22%
MIDO2 +5,31% +1,25%
IDAMAN +0,06% +0,63%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.