Highlight  ‌

Akhir bulan Desember 2022 IHSG ditutup dengan penurunan 3,3% MTD dan indeks LQ45 turun lebih dalam 7% MTD. Bulan Desember 2022 merupakan bulan Desember pertama yang berkinerja negatif sejak 2000. Penurunan kinerja disebabkan karena investor global melakukan realisasi keuntungan pada saham-saham berkinerja baik sepanjang 2022 di Indonesia dan kembali melakukan reposisi di tengah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi US dan menantikan kebijakan yang diberlakukan di China.

Secara keseluruhan IHSG naik 4,1% yoy sepanjang tahun, namun indeks LQ45 flat 0,6% yoy. Kinerja RD saham unggulan Mandiri Investasi yaitu RD MITRA (benchmark IHSG) mencatatkan pertumbuhan 4,2% yoy dan RD MICB (benchmark LQ45) berhasil mencetak alpha 4,8% di atas acuan benchmark dengan pencapaian kinerja sethaun 5,5% yoy. Saham konstituen LQ45 banyak dimiliki oleh investor global, sehingga ketika melakukan realisasi keuntungan, indeks tersebut turun. Menurut kami happy investor akan selalu kembali ke tempat yang memberikan hasil baik.

Pada pendapatan tetap, yield dari INDOGB  bergerak flat selama bulan Desember pada kisaran 6,95% MTD. Sepanjang tahun 2022, yield INDOGB tertekan dan naik sebanyak 55 bps. Saking tertekannya, puncak yield pernah mencapai 7,65% sebelum kembali ditutup menguat ke level di bawah 7%.  RD pendapatan tetap berdurasi pendek yaitu RD MIDU dapat berkinerja baik ditengah tatangan berat dan dengan mencatatkan kenaikan 1,34% yoy. Sedangkan RD berdurasi panjang RD MIDO2 tumbuh 1,49% yoy.

Picture of the week‌

Pergerakan saham dunia tertekan di akhir tahun 2022. Hal tersebut terjadi karena awan inflasi AS yang masih menjadi issue bagi pasar saham dan obligasi.  Seperti yang kita semua ketahui bahwa kebijakan The Fed menaikan suku bunga secara agresif sudah mulai membuahkan hasil dengan penurun inflasi secara konsisten dari bulan ke bulan. Komponen inflasi barang (durable and non durable goods, kendaraan, dll)  rata -  rata menurun dan masih akan berlanjut ke tahun 2023. Core PCE Inflation selalu menjadi perhatian utama dalam FOMC meeting diperkirakan akan menuju 3% (masih lebih tinggi dari 2% dari target the Fed) pada 4 kuartal kedepan dari data terakhir di November 2022 4,7%. Meskipun demikian komponen inflasi jasa seperti transportasi, rekreasi, sewa, dan aktifitas jasa lainnya masih terus meningkat.  Hal tersebut karena data tenaga kerja di AS yang masih cukup kuat. Hal tersebut membuat investor global melihat ada kemungkinan The Fed harus menahan suku bunga pada puncaknya lebih panjang sampai dengan 2024. The Fed masih yakin dapat menurunkan inflasi dan resesi masih dapat terhindarkan dimana ekonomi mampu tumbuh 0,5% dan tingkat pengangguran akan naik ke 4,6%. Kami melihat kekhawatiran tersebut sebagai bagian dari gejolak pasar yang semakin besar. Kami menilai pada awal tahun ini, kelas aset saham dan obligasi USD terlihat menarik saat ini. RD MITRA dan RD ASEAN5 terlihat dapat memberikan posisi yang cukup menarik bagi investor. Sementara RD obligasi yaitu RD IDAMAN dan RD MINION memiliki kemungkinan untuk berkinerja baik.

Important Date

  • Mon, 02 JAN23 ID: Inflation Dec22
  • Mon, 02 JAN23 ID: PMI Manufacturing Dec22
  • Tue, 03 JAN23 CN: Caixin PMI Manufacturing Dec22
  • Wed, 04 JAN23 US: JOLTs Job Openings Nov22
  • Wed, 04 JAN23 US: ISM Manufacturing Dec22
  • Thu, 05 JAN23 US: FOMC Minutes

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI -0,9% +4,1%
LQ45 -5,5% +0,6%
Saham
MITRA +2,8% +4,2%
MICB +1,0% +5,5%
ASEAN5 +0,7% -1,0%
MGSED +3,7% -32,9%
Pendapatan Tetap
MIDU +0,90% +1,34%
MINION +7,02% -4,25%
MIDO2 +3,76% +1,49%
IDAMAN +0,60% -7,05%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.