Highlight  ‌

Indeks IHSG semakin mendekati 7.000  dengan kenaikan 1,2% wow menjadi 6.977. LQ45 meloncat 1,0% wow menjadi 966. Kenaikan indeks saham domestik dipengaruhi oleh indeks saham AS yang melejit banyak karena data ekonomi yang keluar menuju ke arah yang diharapkan sehingga kebijakan moneter akan terukur.  IndoGb yield mengalami penurunan 15 bps dalam seminggu menjadi 6,38%.

Data ekonomi AS dari bulan Juli 2023 yang baru keluar adalah job opening yang semakin turun menjadi 8,83 juta dari perkiraan 9,46 juta.  Inflasi PCE bulan Juli 2023 berada pada 3,3% yoy (0,2% mom) sesuai perkiraan pasar. Personal income di Juli 2023 semakin menurun menjadi 0,2% mom dari sebelum 0,3% mom. Sedangkan untuk data Agustus 2023, data pengangguran AS naik menjadi 3,8% dari sebelumnya 3,5%. Penambahan tenaga kerja 187 ribu orang dari perkiraan 170 ribu orang.  Average hourly rate berubah 4,3% yoy hampir sama seperti bulan sebelumnya 4,4% yoy. ISM PMI Manufacturing AS bulan Agustus naik sedikit 47,6 dari sebelumnya 46,4.  Bulan Agustus Caixin PMI Manufacturing China akhirnya kembali ekspansi di level 51, dari sebelumnya 49,2.  India mencatatkan pertumbuhan PDB 2Q23 sebesar 7,8% yoy, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 6,1%.

Indonesia mencatatkan inflasi agustus di 3,27% yoy (-0,02% mom) dari sebelumnya 3,08% yoy (0,21% mom). Inflasi inti menurun menjadi 2,18% yoy dari 2,43% yoy. PMI Manufacturing domestik bulan Agustus naik 53,9 dari bulan lalu 53,3.

Picture of the week

Pasar tenaga kerja AS terlihat melemah di Agustus 2023 sehingga harapan akan soft landing economy semakin besar. Tingkat pengangguran yang meningkat, melemahnya pertumbuhan lapangan kerja dan upah membuat kemungkinan kenaikan suku bunga AS di September dan November menjadi menurun. Di Agustus non-farm jobs hanya 187 ribu, meski lebih tinggi dari perkiraan 170 ribu namun dalam tiga bulan selalu berada di bawah rata – rata 200 ribu (Pic 1). Sementara itu semakin banyak orang yang kembali mencari kerja yang terlihat dari participation rate meningkat sejak Februari 2023, akan membuat pertumbuhan upah semakin menurun (Pic 2). Melihat hal tersebut, kami merekomendasikan RD saham global (RD MGSED) dan RD Obligasi USD (RD IDAMAN) sebagai pilihan selain RD saham domestik terutama berbasis LQ45 seperti RD MICB, RD Indeks FTSE Indonesia ESG serta ETF XMLF sebagai pilihan investor.

Important Date

  • Thursday, 7 September '23
    ID: Forex reserves Aug23 Fri, 08 Sep23
  • Friday, 8 September '23
    ID: Consumer Confidence Aug23 Sat, 10 Sep23
  • Saturday, 10 September '23
    CN: Inflation rate Aug23

PRODUK3M PERFORMANCEYTD PERFORMANCE
JCI+5.2%+1.9%
LQ45+1.8%+3.2%
Saham
MITRA+3.8%+7.7%
MICB+4.0%+7.1%
ASEAN5+3.0%+5.6%
MGSED+3.1%+16.5%
Index
FTSE+1.8%+5.8%
ETF
XMLF+2,4%-
Pendapatan Tetap
MIDU+0.42%+2.73%
MINION+0.85%-1.36%
MIDO2+0.88%+5.50%
IDAMAN-0.92%+0.31%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.