Highlight  ‌

Setelah rally dua minggu sebelumnya, IHSG akhirnya kembali stabil pada level 6800 selama seminggu. LQ45 juga belum bergeser dari level 937 seperti seminggu sebelumnya. Kelas aset yang bergerak minggu lalu ada pada pendapatan tetap dimana yield yang menguat 15 bps dari 6,82% menjadi 6,67% dalam sepekan. Nilai tukar Rupiah bertahan selama Rp14.900-an selama seminggu.

Data pengangguran (unemployment rate) AS di bulan Maret 2023 tercatat 3,5%, lebih baik dari bulan lalu dan ekspektasi pasar di 3,6%. Data tenaga kerja lainnya yaitu Non – Farm Payrolls di bulan Maret 2023 tercatat 236 ribu, lebih sedikit dari jumlah bulan lalu di 326 ribu dan merupakan yang terendah dalam setahun terakhir. Perekonomian AS di bulan Maret 2023 terlihat melambat yang terlihat pada ISM PMI Manufacturing yang semakin menurun ke 46,3 (vs 47,7 di Feb23) dan ISM PMI Non-Manufacturing 51,2 (vs 55,1 di Feb23). Sementara data S&P PMI Manufacturing Maret 2023 masih pada zona kontraksi 49,2 (vs 47,3 di Feb23). Sama halnya PMI Manufacturing China mengalami penurunan ke batas netral di 50 pada Maret 2023 (vs 51,6 di Feb23).

Indonesia mencatatkan inflasi bulan Maret 2023 di 4,97% yoy (0,18% mom), jauh lebih rendah dari bulan Februari 2023 di 5,47% yoy (0,16% mom) dan perkiraan pasar di 5,2% yoy (0,29% mom). Inflasi bulan Maret 2023 akhirnya turun di bawah 5% untuk pertama kali sejak kenaikan harga bensin di bulan September 2022. Sementara inflasi inti berada pada level 2,94% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya di 3,09% yoy. Berita positif lainnya adalah bahwa PMI Manufacturing Indonesia terus ekspansi dan berada pada level 51,9  pada Maret 2023 (vs 51,2 di Feb23).

Picture of the week

Saat ini kami melihat bahwa investasi ke indeks LQ45 merupakan suatu pilihan yang baik karena ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di antara negara G20 (saat ini berada pada urutan ke 16). Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5%, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi keempat terbesar di dunia pada tahun 2030. Pergerakan IHSG sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, namun tidak semua saham dapat menyediakan likuiditas yang cukup. Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham yang likuid yang merepresentasikan 60% market capitalization dari IHSG. Dalam 22 tahun terakhir, LQ45 telah tumbuh 10x yang sama artinya 15,1% pa. Khusus pada saat seperti sekarang ini, EPS (Earning per Share) dari indeks LQ45 diperkirakan akan meningkat lebih banyak dibandingkan dengan IHSG (Pic 1) sehingga merupakan momentum yang tepat bagi investor yang ingin berinvestasi pada indeks LQ45. Dorongan fundamental yang kuat selalu menjadi kunci keberhasilan kinerja saham dan saat ini fundamental saham – saham di indeks LQ45 sedang mengalami penguatan namun belum terefleksi pada pergerakan saham – saham itu sendiri. Kami merekomendasikan RD Mandiri Investa Cerda Bangsa (RD MICB) dan ETF Mandiri LQ45 dalam menangkap peluang yang ada pada LQ45.

Important Date

  • Mon, 10 APR23 ID: Forex reserves Mar23
  • Tue, 11 APR23 CN: Inflation rate Mar23
  • Tue, 11 APR23 ID: IKK Mar23
  • Wed, 12 APR23 US: Inflation rate Mar23
  • Thu, 13 APR23 US: PPI Mar23

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI -4,0% -0,8%
LQ45 -7,3% +0,0%
Saham
MITRA -0,1% +2,2%
MICB -1,5% +1,7%
ASEAN5 -2,5% +0,8%
MGSED +14,5% +10,9%
Pendapatan Tetap
MIDU +2,56% +0,94%
MINION +7,69% -1,64%
MIDO2 +5,38% +2,30%
IDAMAN +3,53% +1,52%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.