Highlight  ‌

Pekan lalu IHSG memulai bulan Juli 2023 dengan kenaikan 0,8% WoW menembus 6.700 menjadi 6.716. Indeks LQ45 hanya naik tipis 0,2% WoW menjadi 947. Yield dari IndoGb bertahan pada 6,25% yang mirip dengan level seminggu sebelumnya. Nilai tukar Rupiah menembus Rp 15.000 per USD dan ditutup pada Rp 15.130 per USD.

PMI manufacturing China mau bertahan pada 2 bulan berturut di atas 50 dengan mencapai 50,5 di Juni 2023. Sedangkan PMI service China masih kuat di 53,9 di Juni 2023, meski turun dari bulan sebelumnya di 57,1. India sebagai negara EM yang cukup besar membukukan PMI manufacturing 57,8 di Juni 2023, bertahan kuat seperti bulan sebelumnya 58,7.  PMI service India juga terlihat kuat di 58,5 di Juni 2023, turun dari 61,2 di Mei 2023. Berbeda dengan Eropa yang mencatatkan PMI Manufacturing yang masih kontraksi di 43,4 di Juni 2023, tidak jauh berbeda dari bulan sebelumnya 44,8. Meski demikian PMI service Eropa masih cukup baik di zona ekspansi 52 pada Juni 2023, turun dari 55,1 di Mei 2023.

AS mencatatkan PMI manufacturing yang semakin menurun menjadi 46,3 di Juni 2023 dari 48,4 di Mei 2023. Namun PMI service masih bertahan di 54,4 untuk bulan Juni, tidak jauh berbeda dari bulan sebelumnya 54,9. Job Opening turun ke 9,8 juta pada bulan Mei 2023 dari 10,3 juta di bulan April 2023. AS mencatatkan Non-farm payroll Juni 209 ribu, di bawah ekspektasi pasar 225 ribu atau bulan sebelumnya 306 ribu. Tingkat pengangguran kembali turun menjadi 3,6% di Juni 2023 dari 3,7% di Mei 2023.

Indonesia mencatatkan inflasi 3,5% YoY di Juni 2023, turun dari 4% YoY di Mei 2023. Inflasi inti masih baik di 2,58% YoY di Juni 2023, turun dari 2,66% YoY di Mei 2023. PMI Manufacturing Indonesia meloncat ke 52,5 di Juni 2023 dari 50,3 di Mei 2023. Cadangan devisa Indonesia berada pada USD 137,5 miliar, turun USD 1,8 miliar dari bulan sebelumnya.

Picture of the week

Kementerian Keuangan merevisi APBN 2023 dengan menurunkan defisit anggaran menjadi 2,3% terhadap PDB dari sebelumnya 2,8%. Kemudian Pemerintah menaikan anggaran pengeluaran 2% pada revisi tersebut menjadi Rp 3.123,7 triliun yang artinya pemerintah akan mengeluarkan dana di semester kedua 2023 sebesar Rp 1.847,2 triliun atau naik 49% HoH. Melihat ke tahun politik sebelumnya pengeluaran dana sosial selalu lebih besar daripada yang dianggarkan (>100%) (Pic 1). Jika pengeluaran fiskal akan diperbesar, maka pedapatan dari emiten diharapkan dapat naik seperti tren sebelumnya (Pic 2) di mana pergerakan pertumbuhan pengeluaran fiskal dapat memberikan efek kepada pertumbuhan pendapatan perusahaan. Kami sarankan investor untuk memiliki produk RD saham seperti MICB dan Indeks FTSE ESG serta ETF XMLF yang mengikuti indeks LQ45. Valuasi JCI forward PE 13,8x saat ini berada di bawah -1 standard deviasi yang berarti cukup murah.

Important Date

  • Mon, 10 JUL23
    CN: Inflation June 2023
    ID: Consumer Confidence June 2023
  • Wed, 12 JUL23
    US: Inflation June 2023, Core Inflation June 2023
  • Thu, 13 JUL23
    US: PPI Jun23, Core PPI June 2023

Produk 3M Performance YTD Performance
JCI -1,1% -2,0%
LQ45 +1,1% +1,1%
Saham
MITRA +3,9% +6,2%
MICB +3,8% +5,5%
ASEAN5 +3,8% +4,6%
MGSED +4,2% +15,5%
ETF
XMLF +3,3% -
Pendapatan Tetap
MIDU +1,74% +2,69%
MINION +0,02% -1,61%
MIDO2 +3,05% +5,42%
IDAMAN -1,41% +0,10%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.