Highlight  ‌

IHSG mendekati level 7000 dengan naik 0,2% dalam seminggu menjadi 6.911 dan LQ45 terus terdorong naik (0,3% dalam 5 hari) menjadi 952. Yield dari INDOGB juga menguat 16 poin ke 6,57% pada perdagangan minggu lalu. Hal tersebut menandakan yield sudah menguat hampir 40 poin sejak awal tahun. Penguat aset kelas pada minggu ini disebabkan oleh penurunan kenaikan suku bunga acuan menjadi 25 poin per kenaikan dari sebelumnya 50 poin pada bulan Desember.

PMI manufacturing China pada Januari berada pada 49,2 dari bulan sebelumnya 49. Eropa mencatatkan PMI Manufacturing bulan Januari 48,8 (vs 47,8 pada Desember) dan tingkat pengangguran bulan Januari yang masih sama seperti bulan sebelumya di 6,6%. Bank Sentral Eropa ECB menaikan suku bunga acuan ECB rate  sebesar 50 poin menjadi 3,0%.

AS mencatatkan penurunan ISM manufacturing 47,4 di Januari dari 48,4 pada Desember. Tingkat tenaga kerja masih cukup solid dengan tingkat pengangguran yang semakin rendah di 3,4% di Januari (vs 3,5% di Desember dan consensus 3,6%), non-farm payrolls di 517 ribu di Januari (vs 260 ribu di Desember dan consensus 185 ribu) dan JOLTs Job Opening di 11,0 juta pada Januari (vs 10,4 juta di Desember dan consensus 10,3 jt). The Fed kembali menaikan suku bunga acuan dan kali ini sebesar 25 poin pada Febuari dibandingkan 50 poin pada Desember, kenaikan tersebut sesuai dengan harapan pasar.

Indonesia mencatatkan kenaikan PMI Manufacturing menjadi 51,3 pada Januari dari 50,9 di bulan sebelumnya. Tekanan inflasi semakin memudar dengan mencatatkan pelemahan inflasi 5,28% yoy pada Januari (vs 5,51% yoy pada Desember) dan inflasi inti 3,27% yoy pada Januari (vs 3,36% yoy pada Desember).

Picture of the week

Pertumbuhan ekonomi global ternyata cukup bertahan and sebagian besar negara mampu terhindar dari resesi pada tahun 2023. Hal tersebut dinyatakan oleh IMF pada World Economy Outlook pada January 2023. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia meningkat menjadi 3,2% pada laporan bulan Januari 2023, meningkat dari laporan bulan Oktober 2022 yang berada pada 2,9% (Pic 1). Menurut IMF, 2023 dapat menjadi turning point dimana pertumbuhan ekonomi akan menurun namun akan kembali membaik pada tahun berikutnya. Pendorong utama adalah keputusan China untuk menghapus kebijakan zero-Covid pada bulan Desember 2022 dan turunnya harga energi terutama harga gas. China diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi di 2023 mencapai 5,9% dan India juga akan tumbuh lebih tinggi 7,0%. Sementara wilayah ASEAN dapat mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi di 5,7%  setelah adanya optimisme dari magnet ekonomi dunia yaitu China.

Menurut kami beneficiary utama terhadap revisi positif akan terasa pada saham baik domestik maupun global. Kami melihat berita positif ini akan mendorong IHSG kembali pada teritori 7.000. Investor dapat memilih RD MITRA dan RD Index FTSE ESG karena kinerja yang baik dari kedua produk domestik ini. Investor juga dapat memiliki RD MGSED dalam ketika titik balik pertumbuhan global sedang terjadi dan memiliki prospek yang lebih cerah kedepannya.

Important Date

  • Mon, 06 FEB23 ID: GDP growth 4Q22
  • Tue, 07 FEB23 ID: Forex reserve Jan23
  • Wed, 08 FEB23 ID: IKK Jan23
  • Fri, 10 FEB23 CN: Inflation Jan23

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI -1,9% +0,9%
LQ45 -4,7% +1,7%
Saham
MITRA +1,6% +1,4%
MICB -1,2% +0,2%
ASEAN5 -1,4% +0,4%
MGSED +2,9% +11,6%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,80% +0,41%
MINION +1,47% -1,45%
MIDO2 +4,89% +1,76%
IDAMAN -0,19% +1,03%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.