Highlight  ‌

Minggu lalu IHSG turun 0,7% WoW menjadi 6.850 dan indeks LQ45 turun 0,3% WoW menjadi 958. Selain koreksi pada kelas saham, koreksi juga terjadi pada pasar obligasi. IndoGb yield naik menjadi 6,34% dari minggu sebelumnya 6,27%. Nilai tukar Rupiah melemah ke Rp 15.165 per USD. Kondisi pelemahan ini sebaiknya dimanfaatkan dengan baik karena kondisi dalam negeri sedang terus membaik.

Caixin PMI Manufacturing China di Juli 2023 berada pada 49,2, turun dari 50,5. Caixin PMI Service naik ke 54,1 di Juli 2023 dari 53,9. S&P PMI Manufacturing US naik menjadi 49,6 di Juli 2023 dari 46,3 di Juni 2023. S&P PMI Service turun ke 52,3 di Juli 2023, turun dari 54,4. JOLTS Job opening di AS pada Juni 2023 berada pada 9,58 juta turun dari 9,61 juta. Unemployment rate AS pada bulan Juli 2023 cukup baik di 3,5% dan relatif stabil dari bulan Juni 2023 di 3,6%. Non-Farm payrolls bertambah 187 ribu orang di Juli 2023, menyerupai bulan sebelumnya di 185 ribu orang. Unemployment rate Uni Eropa pada bulan Juni 2023 bertahan di 6,4% sama seperti Mei 2023.

S&P PMI Manufacturing Indonesia melanjutkan tren positif di Juli 2023 yang berada pada 53,3, naik dari 52,5 bulan sebelumnya. Inflasi Indonesia tercatat 3.08% YoY di Juli 2023, terus menurun dari 3,52% YoY di Juni 2023. Begitu juga dengan inflasi inti yang turun ke 2,43% YoY di Juli 2023 dari sebelumnya 2,58% YoY.

Picture of the week

Melihat koreksi saham dan obligasi di AS yang disebabkan oleh penurunan rating terhadap obligasi pemerintah AS dari Fitch pada minggu lalu seharusnya memberi dorongan positif pada saham dan obligasi Indonesia. Apalagi terdapat alasan fundamental dengan melihat result 2Q23 dari emiten saham dan likuiditas di Indonesia. Jika melihat rasio dari net profit 2Q23 terhadap estimasi konsensus (Pic 1), terdapat 33% yang mampu berada di atas estimasi dan hanya 18% yang in-line. Sedangkan 49% berada di bawah estimasi yang sebagian besar lebih disebabkan oleh banyaknya hari libur di 2Q23. Meskipun terlihat seperti lemah namun terdapat peningkatan margin keuntungan sehingga jika marjin laba bisa dapat dipertahankan dan penjualan meningkat di 3Q23 maka akan positif karena tidak ada masalah fundamental yang mengkhawatirkan. Sementara itu, IndoGb yield ikut tergerus di saat UST yield naik. Kondisi ini dapat dipergunakan sebagai entry point karena likuiditas di Indonesia masih sangat besar (Pic 2) baik ekses likuiditas deposito dan OMO (Open Market Operation) BI sehingga mampu men-support obligasi pemerintah yang terus berkurang penerbitannya untuk sisa tahun ini.

Important Date

  • Monday, 07 August '23
    ID: Forex reserve Jul23, GDP growth 2Q23
  • Tuesday, 08 August '23
    ID: Consumer Confidence Jul23
  • Wednesday, 09 August '23
    CN: Inflation Jul23, PPI Jul23
  • Thursday, 10 August '23
    US: Inflation & Core inflation Jul23
  • Friday, 11 August '23
    ID: 4W & 2W sales Jul23

Produk 3M Performance YTD Performance
JCI +0,1% +0,0%
LQ45 +0,7% +2,3%
Saham
MITRA +3,0% +6,8%
MICB +3,4% +6,5%
ASEAN5 +3,1% +5,3%
MGSED +5,2% +16,3%
ETF
XMLF +2,2% -
Pendapatan Tetap
MIDU +1,34% +2,76%
MINION +0,72% -1,72%
MIDO2 +1,98% +5,40%
IDAMAN -1,80% +0,30%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.