Highlight  ‌

IHSG masih berada pada level di atas 7.000 meskipun turun 0,2% dalam seminggu menjadi 7,045. Sama halnya LQ45 yang turun 0,4% dalam sepekan menjadi 1.005. Hal yang menarik perhatian justru dari INDOGB yield yang berhasil menguat menjadi 7,48% dari seminggu sebelumnya di 7,58%. Nilai tukar Rupiah kembali tertekan menjadi kisaran Rp 15.700/USD dari pekan sebelumnya pada kisaran Rp 15.500/USD.

Fed rate kembali dinaikan 75 bps menjadi 4% pada bulan November dari 3,25% sebelumnya. ISM Manufacturing PMI AS sedikit turun 50,2 di Oktober dari 50,9 di September. AS JOLTs (Job Openings and Labour Turnover Survey) Job Openings di bulan September kembali naik mencapai 10,7 juta dari 10,3 jt di Agustus. Non – Farm Payrolls di AS mencapai 261 ribu di Oktober 2022, lebih tinggi dari perkiraan konsensus 200 ribu. Dan Unemployment rate di AS pada Oktober 2022 naik ke 3,7%, dari 3,5% di September 2022.

Caixin Manufacturing PMI China naik ke 49,2 di Oktober dari 48,1 di September. Tingkat pengangguran di Eropa berada pada 6,6% di September, kembali menguat dari 6,7% di Agustus. Bank of England menaikan suku bunga acuan 75 bps menjadi 3%.

Inflasi di Indonesia menurun ke 5,71% di Oktober dari 5,95% di September dimana terjadi kenaikan BBM. Sementara inflasi inti menjadi 3,31% di Oktober dari 3,21% di September.  PMI manufacturing Indonesia berada pada 51,8 di Oktober, turun dari 53,7 di September.

Picture of the week‌

Kita akan mendengarkan pengumuman pertumbuhan PDB kuartal ketiga 2022 yang diperkirakan akan lebih tinggi dari kuartal kedua 2022 yang tercatat 5,44% yoy. Konsensus memperkirakan pertumbuhan PDB akan mencapai 5,6% yoy pada kuartal ketiga 2022. Tingginya pertumbuhan disebabkan karena kuatnya konsumsi yang sifatnya pribadi dan umum (Pic 1). Hal ini disebabkan karena mobilitas masyarakat yang terus bertumbuh sehingga permintaan akan barang dan jasa meningkat. Dengan demikian pelaku pasar berani berinvestasi dan memproduksi lebih (Pic 2). Selain itu, kita tidak lupa bahwa pada kuartal ketiga tahun lalu perekonomian masih tertekan karena gelombang Covid Delta sehingga menciptakan low base effect. Kami melihat perekonomian domestik masih kondusif kedepannya terutama bisa konsumsi dalam negeri dapat dipertahankan.

Important Date

  • Tue, 08 NOV22 ID: Consumer Confidence Oct22
  • Wed, 09 NOV22 CN: Inflation rate Oct22
  • Thu, 10 NOV22 US: Inflation & core inflation Oct22

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI -2,5% +7,1%
LQ45 -7,3% +8,0%
Saham
MITRA -3,0% +8,0%
MICB -4,2% +9,7%
ASEAN5 -4,8% +3,5%
MGSED -15,9% -37,2%
Pendapatan Tetap
MIDU +0,41% -0,77%
MINION -3,21% -12,37%
MIDO2 -0,53% -2,26%
IDAMAN -4,08% -9,72%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat dan pernyataan adalah pandangan keadaan pasar modal pada saat itu dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Mandiri Manajemen Investasi tidak bertanggung jawab atas segala keputusan yang diambil oleh pembaca atau investor. Pandangan tersebut belum tentu sesuai dengan semua tipe profil risiko investor. Investor disarankan mencari pendapat sebelum berinvestasi. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi melalui Reksa Dana.