Highlight  ‌

Satu minggu yang cukup menantang bagi saham – saham domestik. IHSG turun 4,3% dalam seminggu menjadi 6,715 (turun 304 poin dalam seminggu). Indeks LQ45 mengalami penurunan lebih dalam yaitu 5,6% dalam sepekan. INDOGB juga mengalami pelemahan 11 bps menjadi 6,96%. Begitu pula dengan nilai tukar yang kembali mendekati 15.600/USD.

Jika melihat rekomendasi produk saham Mandiri Investasi secara YTD, RD MICB mencatatkan alpha 5,2% (MICB +5,5% ytd vs benchmark LQ45 +0,2% ytd). Selain itu RD MITRA juga mencetak alpha sebesar 2,1% ytd (MITRA 4,1% ytd vs benchmark JCI +2,0% ytd). Kami melihat koreksi minggu lalu seperti SALE akhir tahun yang dapat dipergunakan oleh para investor.

Inflasi China bulan November bertumbuh 1,6% yoy dari 2,1%. PPI (Price Producer Index) AS di Novemeber masih berada pada 0,3% mom (7,4% yoy) dari sebelumnya di 0,3% mom (8,1% yoy).

Indonesia mencatatkan kenaikan cadangan devisa di USD 134 milyar pada November dari USD 130 milyar di bulan sebelumnya. Indeks keyakinan konsumen Indonesia sedikit turun pada November menjadi 119 dari sebelumnya 120 di Oktober.

Picture of the week‌

Apakah fundamental ekonomi domestik berubah dalam sepekan sehingga saham turun? Tentu tidak demikian. Justru ekonomi domestik dalam posisi yang kuat dan salah satu negara yang dapat menyumbangkan imbal hasil positif di pasar saham dunia sehingga banyak investor global yang melakukan realized gain dari pasar saham Indonesia. Narasi tentang relaksasi kebijakan di China menyedot perhatian global, namun saham bergerak berdasarkan ekspektasi. Harapan bahwa fundamental ekonomi China akan membaik tentu positif dan kita berharap dibukanya ekonomi China akan menjadi motor penggerak dari ancaman ekonomi resesi yang diperkirakan dapat terjadi di AS dan Eropa di tahun 2023 (Pic 1). Kami berpikir justru jika ekonomi China mulai kembali sehat, ekonomi Indonesia yang akan diuntungkan dan dapat cepat pulih jika terjadi pelemahan dalam siklus ekonomi. Turunnya saham sebesar 5,2% mtd di Dec22 seakan seperti SALE di tempat perbelanjaan pada akhir tahun karena secara statistik, bulan Desember selalu menguat dan dapat berlanjut tumbuh di bulan Januari. Jika indeks IHSG dapat kembali ke par pada bulan ini, setidaknya investor sudah dapat mengantongi imbal hasil yang baik, selain harapan untuk dapat lebih tinggi. Kami menyarankan investor untuk memiliki produk saham RD MICB supaya dapat memanfaat momentum yang baik saat ini.

Important Date

  • Tue, 13 DEC22 US: Inflation Nov22
  • Wed, 14 DEC22 UK: Inflation Nov22
  • Thu, 15 DEC22 US: Fed Rate decision
  • Thu, 15 DEC22 ID: Balance of trade Nov22
  • Thu, 15 DEC22 EU: ECB interest rate decision

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI -6,5% +2,0%
LQ45 -10,0% +0,2%
Saham
MITRA -3,6% +4,1%
MICB -5,1% +5,5%
ASEAN5 -5,6% -1,0%
MGSED -0,7% -31,0%
Pendapatan Tetap
MIDU +0,91% +1,05%
MINION +6,12% -4,65%
MIDO2 +3,15% +1,10%
IDAMAN -0,38% -6,90%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.