Highlight  ‌

IHSG melanjutkan pertumbuhan pada minggu lalu dengan kenaikan 0,9% dalam sepekan menjadi 7,242. Indeks LQ45 naik 1,3% dalam sepekan menjadi 1.032. RD MITRA tumbuh 0,7% dalam sepekan dan RD MICB mengikuti kenaikan indeks domestik dengan bergerak naik 0,6% dalam seminggu.  Yield dari INDOGB 10 tahun relatif bertahan pada level 7,18 pada penutupan minggu lalu, dari seminggu sebelumnya di 7,14. RD MIDU yang berdurasi pendek dan menjadi rekomendasi kami bertahan cukup baik. Untuk mendiversifikasikan investasi, kami masih merekomenasikan RD MIDU sebagai produk utama karena adanya fitur dividen bulanan yang saat ini semakin meningkat.

Bank sentral Australia menaikan suku bunga acuan sebanyak 50 bps menjadi 2,35% dari sebelumnya 1,85%. Sama halnya dengan bank sentral Eropa yang ikut menaikan suku bunga acuan sebanyak 75 bps menjadi 1,25% dari sebelumnya 0,50%. Inflasi China pada bulan Agustus tercatat menurun menjadi 2,5% yoy dari sebelumnya 2,7% yoy.

Cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus 2022 bertahan pada USD 132,2 milyar, sama seperti bulan sebelumnya. Indeks keyakinan konsumen berada pada level 124,7 di bulan Agustus 2022, naik dari 123,2 pada bulan sebelumnya.

Picture of the week‌

Kenaikan harga bensin bersubsidi yang diumumkan pemerintah sudah pasti akan menaikan inflasi yang diperkirakan akan mencapai 6,3% dari perkiraan economist Mandiri Sekuritas sebelumnya di 4,6% (Pic 1). Berdasarkan historical pattern (Pic 2), setiap kali adanya kenaikan harga bensin bersubsidi selalu diikuti oleh inflasi yang tinggi sekitar 3 bulan dan yield curve akan membentuk bearish flattened. Kami masih meyakini bahwa INDOGB masih dapat bertahan karena beberapa alasan yaitu 1) likuiditas domestik masih cukup besar, 2) konsolidasi fiskal yang terjadi pada tahun ini dan tahun depan mengisyaratkan bahwa supply risk masih akan teratasi dan penerbitan obligasi cukup sesuai anggaran, 3) current account masih positif, 4) inflasi tahun depan sepertinya akan lebih rendah, dan 5) GDP tahun ini dan tahun depan diperkirakan masih dapat mencapai >5%. Maka dari itu, kami menyarankan investor untuk membeli produk pendapatan tetap yang kami tawarkan yaitu RD MIDU yang memiliki durasi pendek dan pembagian deviden dimana meskipun terjadi volatilitas yang tinggi pada pasar obligasi global, investor dapat tetap menikmati kinerja investasi yang baik dari RD MIDU.

Important Date

  • Tue, 13 SEP22 US: Inflation Aug22
  • Wed, 14 SEP22 UK: Inflation Aug22
  • Wed, 14 SEP22 US: PPI Aug22
  • Thu, 15 SEP22 ID:  Balance of trade Aug22
  • Fri, 16 SEP22 EU:  Inflation Aug22

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI +5,5% +10,0%
LQ45 +3,9% +10,8%
Saham
MITRA +3,6% +7,5%
MICB +5,2% +10,1%
ASEAN5 +2,0% +3,4%
MGSED -11,7% -31,8%
Pendapatan Tetap
MIDU +0,52% +0,17%
MINION -3,88% -9,35%
MIDO2 +0,41% -0,72%
IDAMAN -3,30% -6,61%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.