Highlight  ‌

IHSG kembali menguat 0,6% dalam sepekan menjadi 7.089 setelah sempat tertekan pada pertengahan minggu. Demikian halnya dengan pengerakan indeks LQ45 yang naik 0,7% dalam seminggu lalu menjadi 1.012. Yield dari INDOGB menguat sebanyak 28 bps dalam seminggu menjadi 7,20% mengikuti pergerakan UST yield yang turun kembali ke kisaran 3,8% dari seminggu sebelumnya di kisaran 4,1%.

Inflasi China pada bulan Oktober 2022 tercatat 2,1% yoy, lebih rendah dari bulan September di 2,8% yoy dan konsensus 2,4% yoy. Inflasi AS tumbuh 7,7% yoy pada bulan Oktober, jauh lebih rendah dari 8,2% yoy di September dan perkiraan konsensus 8,0% yoy. Begitu pula dengan inflasi inti yang 6,3% yoy di bulan Oktober, lebih rendah dari 6,6% yoy di September dan perkiraan konsensus 6,5% yoy.

Indonesia mencatatkan cadangan devisa USD 130,2 milyar pada Oktober, tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya USD 130,8 milyar. Indonesia mencatatkan pertumbuhan PDB 5,72% yoy (1,81% qoq) pada kuartal 3Q22, lebih tinggi dari 5,45% yoy (3,72% qoq) di kuartal 2Q22. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kembali naik pada Oktober menjadi 120,3 setelah sebelumnya turun ke 117,2. Retail sales Indonesia pada bulan September masih mampu bertumbuh 4,6% yoy (vs 4,9% yoy di Agustus) di tengah kenaikan harga BBM pada awal September.

Picture of the week‌

AS mencatatkan inflasi yang terus menurun dan terakhir berada pada 7,7% yoy di bulan Oktober. Penurunan terjadi pada sektor energi yang bertumbuh 17,6% yoy di Oktober, jauh lebih rendah dari 41,6% yoy di September (Pic 1). Sedangkan sektor makanan masih stabil dikisaran 10% yoy selama September dan Oktober. Bila dilihat pada breakfast indicator yang menggabungkan pergerakan harga rata – rata bahan sarapan seperti gandum, susu, kopi dan jus mengalami kestabilan setelah peak di bulan Juni 2022 (Pic 2). Jika inflasi AS dapat terus menurun, kemungkinan the Fed akan menaikan suku bunga acuan FFR dengan tingkat yang lebih rendah dari kenaikan terakhir sebesar 75 bps. Kami merekomendasikan investor untuk masuk ke RD Mandiri Global Sharia Equity Dollar (RD MGSED) yang berinvestasi 62% di AS, 14% di Eropa dan 12% di Asia. Sedangkan sektor tersebar pada IT 32%, healthcare 22%, consumer discretionary 9% dll.

Important Date

  • Tue, 15 NOV22 ID: Trade balance Oct22
  • Tue, 15 NOV22 US: PPI Oct22
  • Wed, 16 NOV22 UK: Inflation rate Oct22
  • Thu, 17 NOV22 ID: BI 7D RRR Nov22
  • Fri, 18 NOV22 ID: Current Account 3Q22

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI +4,0% +7,7%
LQ45 -1,2% +8,8%
Saham
MITRA +3,4% +8,2%
MICB +1,2% +9,8%
ASEAN5 +1,2% +3,3%
MGSED +2,3% -32,7%
Pendapatan Tetap
MIDU +2,35% -0,26%
MINION +2,55% -9,39%
MIDO2 +2,97% -1,42%
IDAMAN -1,94% -8,67%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.