Highlight  ‌

Penurunan IHSG mulai terbatas dibandingkan seminggu sebelumnya dengan begeser turun 43 poin (-0,6%) menjadi 6.641. Indeks LQ45 masih dalam tren penurunan dimana terjadi penurunan 8 poin (-0,9%) dalam sepekan menjadi 905.  Berbeda halnya dengan obligasi yang justru menguat banyak. Yield dari INDOGB menguat 27 bps menjadi 6,70% dari 6,97% seminggu sebelumnya. Nilai tukar Rupiah terhadap USD menguat tajam sebanyak Rp 490 dalam seminggu menjadi Rp15.140/USD.

Inflasi AS tercatat turun ke 6,5% yoy (-0,1% mom) pada Desember 2022, sama seperti harapan consensus dan lebih rendah dibandingkan 7,1% yoy (0,1% mom) pada bulan November. Inflasi inti AS berada pada 5,7% yoy di Desember 2022, turun dari 6% yoy di bulan sebelumnya. Sementara di China, inflasi naik ke 1,8% yoy pada Desember 2022 dari 1,6% yoy pada November 2022.

IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) Indonesia tercatat naik menjadi 119,9 pada Desember 2022, dari 119,1 pada November 2022. Optimisme terjadi juga pada IKE (Indeks Kondisi Ekonomi) yang naik ke 112,4 pada bulan Desember dari 110,3 pada bulan sebelumnya. IEK (Indeks Ekspektasi Konsumen) stabil pada kisaran 127,3 di Desember dari 127,9 sebelumnya. Penjualan motor pada Desember turun ke 483,3 ribu unit di Desember dari 588,3 ribu unit di November. Dengan demikian total penjualan motor pada tahun 2022 mencapai 5,2 juta unit.

Picture of the week‌

Kondisi makroekonomi yang sulit pada pasar global membuat kinerja kelas aset saham dan obligasi sangat berat pada tahun 2022. Inverse correlation antara saham dan obligasi (kondisi bila kelas aset saham naik, kelas aset obligasi turun, dan berlaku sebaliknya) telah banyak membantu investor dalam menyusun portofolio sejak 1980an. Namun hal tersebut tidak terjadi pada tahun 2022 dimana inflasi yang naik tajam disertasi kenaikan suku bunga acuan yang memukul obligasi dan saham (Pic 1). Menurut Blackrock, kinerja portofolio 60/40 (60% saham dan 40% obligasi) memberikan rata – rata imbal hasil 7% antara 1999 dan 2022. Jika melihat khusus 2022, portofolio 60/40 turun 17% dalam setahun, terburuk sejak 1999.

Sepertinya kondisi 2022 masih dapat berlanjut ke sebagian besar 2023. Namun, disini kami melihat diversifikasi yang lebih luas akan membantu investor untuk mempertahankan imbal hasil yang positif. Bagi investor tanah air, terdapat beberapa pilihan investor untuk menempatkan dana secara baik yaitu dari profil resiko terendah sampai dengan tertinggi yaitu RD MIPU (RD Mandiri Investa Pasar Uang) yang dapat memberikan imbal hasil yang terus meningkat dari 2,8% (setelah pajak), RD pendapatan tetap seperti RD MIDU (RD Mandiri Investa Dana Utama) yang memberikan dividen 3,75%. Kemudian RD saham domestik seperti RD Index FTSE yang mencapai 5,36% dalam 6 bulan terakhir, RD MICB (RD Mandiri Investa Cerdas Bangsa) yang berhasil mencapai 5,5% selama 2022, RD MITRAS  (RD Mandiri Investa Atraktif Syariah) yang mampu mencapai 11% selama 2022. Tidak lupa ada RD saham global RD MGSED (RD Mandiri Global Sharia Equity Dollar) yang bergerak membaik dalam 3 bulan terakhir mencapai 8,9%. Perpaduan produk Reksa Dana ini diharapkan dapat membantu investor untuk menghadapi 2023 ini.

Important Date

  • Mon, 16 JAN23 ID: Trade Balance Dec22
  • Tue, 17 JAN23 CN: GDP Growth 4Q22
  • Wed, 18 JAN23 JP: BoJ Interest rate decision
  • Wed, 18 JAN23 US: PPI Dec22
  • Thu, 19 JAN23 ID: BI 7D RRR Jan22

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI +0,0% -3,0%
LQ45 -3,3% -3,4%
Saham
MITRA +4,6% -3,3%
MICB +1,7% -4,0%
ASEAN5 +1,4% -4,0%
MGSED +8,6% +5,4%
Pendapatan Tetap
MIDU +1,28% +0,23%
MINION +4,91% -1,46%
MIDO2 +4,75% +1,18%
IDAMAN +0,58% +0,20%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.