Highlight Β 

Setelah konsisten naik sampai akhir April 2022, IHSG akhirnya terkena koreksi kuat mengikuti indeks global dengan penurunan besar 8,73% dalam sepekan. Demikian halnya juga dengan LQ45 yang juga turun banyak 8,24% dalam sepekan. Yield dari INDOGB 10 tahun juga terkoreksi dengan naik 38 bps dalam sepekan mencapai 7,38%. Rupiah ikut terkoreksi menjadi Rp 14,610/USD dalam seminggu dari sebelumnya Rp14,495/USD. Penurunan semua kelas aset karena adanya kenaikan suku bunga acuan bank sentral sebanyak 50 bps dan masih akan dilanjutkan pada bulan berikutanya dalam upaya meredam inflasi yang terus meningkat.

Inflasi China di bulan April naik menjadi 2,1% yoy dari sebelumnya 1,5% yoy atau lebih tinggi dari perkiran pasar 1,8% Namun PPI China bulan April turun menjadi 8,0% yoy dari sebelumnya di 8,3% yoy. Inflasi US di April akhirnya turun menjadi 8,3% yoy dari sebelumnya 8,5% yoy namun lebih tinggi dibandingkan angka konsensus 8,1% yoy. Inflasi inti juga mengalami penurunan dari 6,5% di Maret menjadi 6,2% yoy di April, lebih tinggi dari angka konsensus 6% yoy. PPI US di April akhirnya turun menjadi 11% yoy (vs 11.5% di Maret), masih lebih tinggi dari angka konsensus di 10,7% yoy.

Indonesia mencatatkan pertumbuhan PDB 1Q22 5,01% yoy, hampir sama seperti kuartal sebelumnya di 4Q21 5,02% yoy. Inflasi Indonesia di bulan April tercatat naik tajam menjadi 3,47% yoy dari 2,64% yoy di bulan Maret. Sementara inflasi inti juga naik menjadi 2,6% yoy dari bulan sebelumnya di 2,37% yoy. Indeks keyakinan konsumen kembali naik dari sebelumnya 111 di Maret menjadi 113 di April. Retail sales bulan Maret tetap tumbuh positif 9,3% yoy dari bulan sebelumnya 12,9% yoy. Cadangan devisa Indonesia di bulan April mencapai USD 135,7 milyar dari sebelumnya USD 139,1 milyar.

Picture of the week

Inflasi di Amerika Serikat di bulan April tercatat 8,3% yoy, masih tetap tinggi meskipun sudah turun dari 8,5% yoy. Memang input cost menjadi pendorong utama, namun faktor lain adalah kuatnya daya serap tenaga kerja. Berdasarkan data saat ini secara kuantitatif setiap tenaga kerja yang belum memiliki pekerjaan dapat memiliki dua pilihan lowongan pekerjaan (Pic 1). Hal tersebut yang membuat pekerja memilih pekerjaan dengan bayaran yang lebih tinggi sehingga mendorong PCE (Personal Consumption Expenditure) terus naik kuat 5,2% yoy di Apr22 (Pic 2). Kuatnya daya beli membuat the Fed harus segera bertindak lebih cepat dan terukur agar dapat menjaga kestabilan dan membuat siklus pertumbuhan ekonomi dapat terjaga.

Important Date

  • Tue, 17 MAY ID: Trade balance, export & import Apr22.
  • Wed, 18 MAY UK: Inflation rate Apr22
  • Fri, 20 MAY ID: Current Account 1Q22

Produk 6M Performance YTD Performance
JCI -0,8% +0,3%
LQ45 +4,7% +6,9%
Saham
MITRA -1,3% +1,5%
ASEAN5 -3,0% -0,9%
MGSED -38,1% -34,4%
Pendapatan Tetap
MIDU -1,98% -2,39%
MINION -10,57% -11,26%
MIDO2 -4,66% -4,37%
IDAMAN -6,85% -6,84%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003
Email Mandiri Investasi - [email protected]
Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.