Highlight  ‌

Saham domestik bergerak mix terlihat dari indeks IHSG yang naik 0.6% wow namun indeks LQ45 turun 0,7% wow. Sama halnya dengan saham global S&P dan Stoxx yang masing – masing naik 0,4% wow dan 1,1% wow, namun Nasdaq masih turun 0,2% wow. Pada minggu lalu, yield dari IndoGb terlihat turun signifikan 23 bps dalam seminggu menjadi 6,78% mengikuti pergerakan yield dari US Treasury yang turun 18 bps dalam seminggu. Rupiah melemah 0,5% wow menjadi Rp 15.680 per USD.

AS mencatatkan inflasi CPI 3,7% yoy di September 2023 sama seperti sebulan sebelumnya di 3.7% yoy. Inflasi inti AS di September 2023 turun menjadi 4,1% yoy dari Agustus 2023 di 4,3% yoy. Sedangkan PPI AS di September naik sedikit ke 2,2% yoy dari sebelumnya 2% yoy. Pada notulen dari pertemuan FOMC AS di bulan September 2023 terungkapa anggota bank sentral berbeda pendapatan terhadap apakah masih diperlukan kenaikan satu kali lagi di November 2023. Namun semuanya sepakat untuk menahan kebijakan ketat sampai inflasi stabil di 2%.

Indeks keyakinan konsumen Indonesia bulan September turun ke 121.7 dari 125.2 bulan sebelumnya. Selain itu di bulan September 2023, penjualan mobil turun 20,1% yoy (vs -8.3% yoy di bulan sebelumnya) dan penjualan motor turun 0,9% yoy (vs +1,8% yoy di bulan Agustus 2023).

Picture of the week

Pada minggu ini laporan keuangan perusahan di AS untuk kuartal ketiga 2023 mulai diterbitkan. Berdasarkan report dari goldman sachs, porsi perusahaan di AS yang mengalami profit margin yang bermasalah semakin banyak (Pic 1).

Terutama jika melihat kenaikan the Fed rate yang sangat tinggi saat ini (pic 2) yang dapat semakin menekan kinerja perusahaan karena beban pinjaman yang menyulitkan. Suku bunga acuan tersebut diperkirakan akan turun, namun proyeksi dari waktu ke waktu (antara di Juni 2023 sampai dengan October 2023) menunjukan pemotongan suku bunga sepertinya tidak menurun banyak karena kebijakan “higher for longer”. Dengan demikian akan membuat banyak perusahaan yang kurang berkualitas berkinerja memburuk semakin banyak. Sementara itu, perusahaan yang memang berkualitas baik akan tetap baik meski suku bunga tetap pada level tinggi. Secara garis besar, masih banyak perusahaan yang mampu berkinerja baik. Kami berharap ini menjadi dasar pemikiran investor untuk berinvestasi pada RD MGSED untuk eksposur saham global. Sementara RD MICB, RD Indeks Mandiri FTSE ESG dan ETF XMLF (LQ45) menjadi pilihan untuk eksposur saham domestik.

Important Date

  • Mon, 16 October '23
    ID: Balance of Trade Sep23.
  • Wed, 18 October '23
    CN: GDP growth rate 3Q23
    EU: inflation rate Sep23
  • Thu, 19 October '23
    ID: BI 7D RRR Oct23, Loan growth Oct23.

PRODUK 3M PERFORMANCE YTD PERFORMANCE
JCI +1.7% +1.1%
LQ45 -1.8% +0.3%
Saham
MITRA -2.4% +4.5%
MICB -1.3% +4.9%
ASEAN5 -3.4% +2.1%
MGSED -3.7% +14.0%
Index
FTSE -2.5% +2.4%
ETF
XMLF -1.9% -
Pendapatan Tetap
MIDU -0.85% +2.03%
MINION -3.43% -4.06%
MIDO2 -2.77% +2.91%
IDAMAN -2.04% -1.42%

Info Lebih Lanjut

Hubungi Mandiri Investasi - (021) 526 3505
‌Whatsapp Mandiri Investasi - 0816 86 0003‌
‌Email Mandiri Investasi - cs@mandiri-investasi.co.id‌
‌Mandiri Investasi - www.mandiri-investasi.co.id
‌Moinves - www.moinves.co.id


DISCLAIMER

‌Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana